
Manado – Aneh tapi nyata, kalimat ini pantas dilayangkan untuk pendistribusian bantuan bagi korban bencana. Pasalnya, bantuan yang berada di posko bencana pemerintah Kota Manado menumpuk, namun banyak warga mengaku belum terima bantuan dari pemerintah.
Pantauan BeritaManado.com, bantuan yang disalurkan berbagai pihak melalui pemerintah Kota Manado bertumpuk-tumpuk di ruang lobi lantai dua kantor Walikota Manado. Tapi anehnya tak kunjung disalurkan.
Ketika wartawan menyambangi sejumlah warga korban bencana, masyarakat mengaku sejak terjadi bencana hingga Kamis, (23/1/2014) belum menerima bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah kota.
“Torang ini cuma relawan kase-kase akang bantuan. Bage mana torang mo dapa dari pemerintah. Penyalurannya lewat Camat baru Pala-pala. Sedangkan torang pe Pala jadi korban. Mana Pala mo ta berbage rata itu bantuan,” ujar ibu Ranti Nur, warga Kampung Ternate dengan nada kesal.
“Apa jo kalo torang so dapa bantuan dari pemerintah. Malah torang jadi pengemis deng minta-minta di jalan. Ada noh katu yang datang bawa bantuan, mar bukan pemerintah,” timpal Waldi, pemuda setempat. (leriandokambey)

pertama, ini harus diklarifikasi pemerintah manado, apa alasannya sehingga menumpuk bantuan karena berita ini juga dibaca oleh kami yang ada di perantauan. kami sangat syok dan mulai ragu jika bantuan yang diberikan untuk disalurkan pemerintah manado hanya ditumpuk
kedua, terimakasih kepada beritamanado.com yang selalu memberikan informasi bencana yang terjadi di manado dan sekitarnya, salut dan maju terus beritamanado.com
saya setuju dengan apa yang dikatakan saudara Adano, bantuan itu cukup didata dan langsung disalurkan agar masyarakat bisa langsung merasakan bantuan dan pemkot juga bisa tahu masyarakat mana saja yang belum. tapi kalau disimpan bakal ada indikasi lain, karena saat ini masih banyak masyarakat yang berteriak belum mendapat bantuan malah ada yang sampai jadi pengemis dijalan-jalan
Pak Wali Kota Manado bagaimana ini bisa tidak tersalurkan ?! …
Lihat saja nanti, pasti ada bantahan dari para tukang ‘citra’ dengan seribu macam alasan. Seharusnya bantuan bencana itu cuma di daftar dan tidak perlu di endapkan begitu..cuma aer deng mi instan saja pake mo di endapkan bagitu. Mo tunggu apa? mo tunggu tu pembesar2 mendatangi korban dan memberikan dengan tangan mereka sendiri?…kasiang eh”’
Mo jual ulang atau mo kumpul for pendukung sampe ada tahan tu bantuan…kasihan masyarakat harus mengemis di jalan padahal bantuan banyak
Buat masyarakat yang tekena banjir, bantuan yang datang cuma sementara ndk mungkin bantuan itu datang setiap hari, jadi so musti cepet2 berbenah, dan beraktifitas seperti biasa, ada di beberapa tempat sudah bersih dan normal walaupun tidak seperti sebelum banjir
Itu kenyataan bukan aneh…
Masi sempat ajaaaaa……hhhmmm