
Manado, BeritaManado.com — Julius Jems Tuuk yang merupakan ketua tim pakar pemerintahan gubernur Yulius Selvanus dan Wakil gubernur Victor Mailangkay, menyoroti kritikan tak berdasar yang dilontarkan ke pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Diketahui, kritikan tersebut intinya menyoroti kinerja pemerintah yang disebut hanya mencari popularitas, kemudian tidak ada tujuan dan meminta RPJMD Provinsi Sulawesi Utara.
Jems mengungkapkan, RPJMD Provinsi Sulut tidak bisa di bahas karena masih ada warisan dari gubernur sebelumnya, tidak ada penetapan apa yang disebut dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulut.
“Harusnya pemerintah yang kemarin sudah menetapkan RTRW, saat saya masih berada di lembaga ini (masih sebagai anggota DPRD Sulut) 3 tahun diberikan kesempatan kepada pemerintah yang kemarin untuk menetapkan RTRW, dan setelah RTRW ditetapkan, barulah disusun RPJMD,” sorot Jems Rabu, (11/6/2025).
Lanjut Jems, pemerintahan gubernur Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay pasca dilantik, masih fokus dengan yang namanya RTRW karena, tidak bisa membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kalau RTRW itu belum dibahas.
“Maka, seluruh energi pemerintah saat ini masih difokuskan pada membahas dan menetapkan RTRW, dan di saat yang sama, pemerintah membentuk yang namanya tim penyusun, tim ahli secara simultan juga menyusun yang disebut dengan RPJMD,” terang Jems.
Jadi, kata Jems, kalau mau bicara bahwa pemerintahan sekarang hanya cari panggung, menurut saya tidak. Karena panggungnya gubernur berada pada tahapan dalam konteks pemilihan gubernur dan wakil gubernur, itulah panggung kita. Dan panggung kita dibuktikan oleh rakyat dengan kemenangan.
“Nda perlu ada istilah cari panggung dan segala macam itu,” tegas Jems.
(Erdysep Dirangga)
