Minut

Pembunuhan Anak di Mapanget Terjadi Beberapa Jam Usai Minut Terima Piagam KLA

Minut, BeritaManado.com – Kasus kematian seorang anak usia 17 bulan di Kecamatan Mapanget Kabupaten Utara (Minut) yang tewas di tangan ibu kandung, membuat miris.

Bagaimana tidak, tindakan kriminal itu terjadi hanya beberapa jam setelah Bupati Minut Joune Ganda menerima piagam dan piala Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2022 yang diserahkan secara langsung oleh Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Agustina di Gedung Kemen PPPA RI, Kamis (4/8/2022) pagi.

Beberapa jam setelahnya, sekitar pukul 13.00 wita di rumah kontrakan Perum CBA Gold, Desa Mapanget, seorang bocah malang harus meregang nyawa karena kepalanya terbentur lantai usai didorong sang ibu muda inisial A (23).

Kapolres Minahasa Utara AKBP Bambang Yudi Wibowo dalam keterangan pers, Jumat (5/8/2022) mengatakan bahwa, bayi inisial AS tersebut meninggal dunia dikarenakan dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri dengan alasan sakit hati kepada suaminya yang jarang pulang.

“Tersangka sedang menyuapi korban untuk makan, namun korban tidak mau makan dan sang bayi rewel. Langsung disentil tersangka di jari tangan, setelah itu tersangka memukul sebanyak dua kali menggunakan telapak tangan, mengenai pada bagian wajah korban sehingga korban terjatuh ke belakang dan terbentur lantai dalam posisi terlentang dan sempat kejang-kejang dan bernafas berat dan akhirnya meninggal dunia,” kata Kapolres.

Sementara itu masyarakat berharap agar kejadian seperti ini tidak lagi terulang, dan pemerintah bisa terus mengedukasi para orangtua khususnya ibu-ibu muda terkait pola pengasuhan anak yang tepat.

“Kalau dilihat usia ibu itu memang masih sangat muda mungkin masih sulit mengontrol emosi. Sepertinya perlu ada seminar dan pelatihan bagi para ibu dan ayah agar bisa bekerjasama mengasuh anak dengan baik,” ujar Yohana Eli, warga Minut.

Sementara itu pelaku A, mengaku sangat menyesali perbuatannya.

Lewat kuasa hukum Riski Hidayat, pelaku A sebagai ibu korban, emosi dan khilaf karena korban tidak mau makan dan hanya menangis.

“Ibu korban sudah mengakui perbuatannya dan dia khilaf serta sangat menyesal dengan apa yang terjadi. Kejadian dilakukan bukan karena unsur kesengajaan. Dia (pelaku, red) tanpa sengaja mendorong anaknya, terjatuh dan kepala membentur lantai hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Melihat anaknya sudah tak bernyawa korban panik dan penuh kesadaran langsung ke luar rumah menyerahkan diri ke pihak kepolisian,” ujar Riski.

(Finda Muhtar)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara