Jalannya pemilihan anggota BK dan paripurna pengesahan AKD
Manado – Pemilihan keanggotaan dan pimpinan Badan Kehormatan (BK) yang dipimpin oleh Danny Sondakh, wakil ketua DPRD Kota Manado dan didampingi Noortje Henny Van Bone sebagai ketua dewan dan Richard Sualang berlangsung tegang serta berakhir dengan kekecewaan.
Pasalnya, pemilihan yang awalnya dijadwalkan berlangsung pada jam 1 siang dan tertunda-tunda hingga dimulai 10 malam tadi, berakhir dengan nada-nada protes dari sejumlah anggota dewan.
Pantauan BeritaManado.com, meski berlangsung larut malam, diawali dengan pengesahan keanggotaan dan pimpinan komisi serta Badan Pembentuk Perda Kota (BPPK) yang berlangsung kondusif. Ketika proses pembentukan BK, usai 39 legislator yang hadir melakukan pemilihan lewat pengisian nama, kondisi situasi berubah alot dan memanas.
Hal ini disebabkan, ketika pembacaan kertas suara, pada lembaran yang dibacakan pertama hanya terdapat 3 nama yang seharusnya 5 nama yang dipilih dari 6 legislator yang diusulkan sebelumnya.
Sontak, hal itu langsung mengundang reaksi saling adu argumen dari sejumlah legistalor yang pada akhirnya berdasarkan usulan sejumlah fraksi dan keputusan pimpinan dewan, pelaksanaan penghitungan suara ditunda.
Usai palu sidang diketuk bertanda pemilihan diskors hingga waktu yang tidak ditentukan oleh Sondakh , berbagai interupsi pun diteriakkan menandai peryataan sikap protes dari para anggota dewan.
“Sangat bijaksana sebelum pimpinan mengambil keputusan skors, pimpinan menyerahkan kembali ke forum apakah akan ditunda atau dilanjutkan. Bukannya langsung mengambil keputusan sepihak,” kata Boby Daud, personil Fraksi PAN yang juga ketua DPD PAN Kota Manado.
Hal senada juga diteriakkan Abdul Rahman Ibrahim yang menilai ketiga pimpinan rapat mengambil keputusan sepihak tanpa kesepakatan anggota rapat.
“Ini lembaga dewan. Bukan milik pribadi atau sekelompok orang saja. Tolong hargailah kami. Jika ingin mengambil keputusan, harus diberikan kesempatan kepada anggota menyetujui atau tidak keputusan pimpinan itu,” ujar Ibrahim personil Fraksi PAN lainnya.
Dengan nada protes dan kekesalan, pada akhirnya seluruh anggota dewan memilih meninggalkan ruangan pelaksanaan pemilihan dan sebagiannya kembali ke rumahnya masing-masing, khusus Fraksi Demokrat melaksanakan rapat fraksi. (leriandokambey)
