Dengan demikian, berdamailah ihak-pihak yang terlibat konflik dan dapat hidup damai hingga saat ini.
Maya Ruamntir sendiri kepada BeritaManado.com mengatakan bahwa karya nyata seseorang di berbagai bidang tidak bisa dijadikan ukuran untuk dibandingkan dengan orang lain.
“Kebaikan yang dilakukan seseorang tidak dapat dijadikan perbandingan dengan apa yang dilakukan orang lain. Yang penting adalah jika ada sedikit kebaikan dalam hati kita, maka lakukanlah itu untuk orang lain,” kata Maya Rumantir.
Pada bagian lain, meski tidak bertemu langsung, Maya Ruamntir dan Paus Fransiskus berada dalam satu momentum bersejarah dalam Misa Kudus setelah melakukan serangkaian kunjungan persaudaraan bertemu dengan tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal Jakarta pada 5 September 2024.
(Frangki Wullur)
