AMURANG—Rolling yang dilakukan Bupati Christiany Eugenia Paruntu masih ada bekasnya. Bahkan, belum akan selesai. Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) juga angkat suara. Dan menyebut, itu adalah pembunuhan karakter.
Ketua Umum PAMI, Noldy Pratasis kepada beritamanado, Selasa (8/11) tadi di DPRD Minsel menuturkan, bahwa rolling yang dilakukan bupati Tetty Paruntu sangat bertentangan dengan aturan.
‘’Jelas, rolling ini hanya untuk membunuh karakter bagi pejabat yang selalu melaksanakan tugas dengan baik. Tetapi, kenapa justru sudah bekerja dengan baik tahu-tahu diganti. Lebih para lagi pejabat itu dinonjobkan,’’ kata Pratasis.
PAMI juga mempertanyakan, bahwa bupati Tetty kurang bijak. Dalam arti, sebutan kurang bijaknya bupati karena tak mau melihat mana yang benar.
‘’Bisa saya katakan juga, karena tak mau melihat banyak pejabat yang sudah laksanakan dengan tugas-tugas dengan baik. Tetapi, justru dia lakukan dengan caranya,’’ tukasnya.
Pratasis juga menyebut, bahwa bupati yang dipilih rakyat Minsel ini kurang bijak. ‘’Sekali lagi, bilang bahwa pernyataan ini dari saya, Ketua Umum PAMI,’’ pungkas pria asal Desa Koreng Kecamatan Tareran ini. (ape)


tanya kenapa?? hehehe…..
mana dang itu berita2 soal kasus DAK 2010 yang so ada tersangka2?????
Bupati CEP, Sekda M Kairupan musti dilidik POLDA soal laporan keuangan DAK Minsel 2010 yang salah dorang ada tandatangan kong kirim ke Kemkeu baru2 ini.
Soal kasus ini, jang cuma BP deng DK yang dibui. Orang2 yang ada di atas dorang waktu itu seperti M Onibala (sang Penjabat Bupati) deng M Kairupan musti diseret juga, tanpa dorang pe paraf deng restu toh nimboleh itu dana2 digunakan. Jang sampe itu BP deng DK dikorbankan oleh elit2 Minsel deng SULUT.
so tau bgtu mar kapa ada pilih dang?/
yang penting so maso koran kang, Biongo….. deng musti ada yang kritik itu jalannya pemerintahan CEP di Minsel, sang pengusaha dari jakarta yang berdomisili lei di Manado maar blum tinggal di Minsel ;-((((
@ Pembaca …HAHAH ..NGANA INI DANG ..BIAR BAGITU-BAGITU DIA MASO KORAN DENG FOTO…HAHAH
Aneh skali orang lawer bagini tu mo jadi penilai pemerintahan? Lihat saja gayanya….