Senada, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr Yeheskiel Panjaitan SH MARS, berharap lewat keberhasilan ini, ke depan nanti akan bisa saling berbagi tugas untuk penanganan transplantasi ginjal.
“Jika selama ini selalu dirujuk ke RSCM, maka kalau sudah berjalan baik dan reguler, kita berharap rumah sakit Kandou menjadi rujukan wilayah timur untuk transplantasi ginjal,” ujar dokter Yeheskiel Panjaitan, Jumat (17/3/2023).
Bahkan menurutnya, hal ini merupakan pandangan RSUP Kandou ke depan, di mana bukan hanya sebatas berkompeten dalam transplantasi ginjal saja, tetapi juga untuk transplantasi organ lain, termasuk hati, mata, dan paru-paru.
“Ini karena kita punya SDM yang andal dan sangat disayangkan jika tidak kita optimalkan fungsinya. Jadi alat dan SDM kita semua sudah andal, tinggal dari kita bagaimana menggerakkannya supaya bisa maksimal,” pungkasnya.
Adapun tim dari RSCM, yakni Dr dr Nur Rasyid SpU(K), dr Gerhard Reinaldi Situmorang SpU(K) PhD, Dr dr Dita Aditianingsih SpAn-KIC, Dr dr Maruhum Bonar H Marbun SpPD-KGH, dr Alfan Mahdi Nugroho SpAn KAR KAO, dr Sahat Basana Romanti Ezer Matondang SpRad(K), Ns Depi Noprita SKep, Ns Shofia Maya Ulfah SKep.
Turut hadir Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr dr Ivonne E Rotty MKes, Ketua Dewan Pengawas, dokter gigi Kartini Rustandi MKes, serta Tim Transplantasi Ginjal RSUP Kandou beserta jajaran, dan undangan lainnya.
Hadir juga pimpinan Legiun Veteran RI, Laksamana Purn Joko Sumaryono, perwakilan Pangdam XIII Merdeka, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, dr Debbie K R Kalalo MSc PH.
(jenlywenur)
