Pasifik, tentu perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, handal, berkualitas serta bertaraf internasional.
Seperti yang disampaikan Kadis Pariwisata Daerah Provinsi Sulut Henry Kaitjily, dimana pariwisata membutuhkan SDM Pariwisata yang handal sehingga diperlukan Pelatihan SDM Parwisata dan Ekonomi Kreatif dalam bentuk Sosialisasi, FGD dan Bimtek bekerjasama dengan Kemenparekraf untuk meningkatkan aspek-aspek berupa hospiltality, marketing, digitalisasi, kuliner.
Dalam rencana kegiatan ada beberapa event di Sulut yang masuk Kharisma Event Nasional (KEN) Tahun 2021.
Dari sisi infrastruktur, pembangunan KEK Pariwisata Likupang yang masuk dalam 5 Destinasi Wisata Super Prioritas.
Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 84 Tahun 2019 rencana Beroperasi pada Januari 2022, Lokasi Desa Pulisan, Kecamatan Likupang Timur Minahasa Utara.
Dengan perkiraan Investasi Pembangunan Kawasan Rp7,1 Triliun Rp1,1 T infrastruktur dan Rp6 T Kawasan Komersial; Investasi pelaku usaha tidak terbatas luas: 197,4 Ha dan penyerapan tenaga kerja sekitar 6.375 orang tenaga kerja sampai tahun 2030.
Menurut Plt Kadis PU-PRD Provinsi Sulut Adolf Harry Tamengkel, terkait dengan Pembangunan Infrastruktur Tahun 2021 mendapatkan total anggaran Rp226,4 M.
Dana PEN 2020 yang dikerjakan Tahun 2021 diperuntukan antara lain pembangunan jembatan, peningkatan jalan, pembangunan jalan, rehabilitasi jaringan irigasi, operasi dan pemeliharaan, pembangunan SPAM, pembuatan saluran, drainase ruas jalan, pembangunan talud, rehabilitasi dan pembangunan gedung lainnya.
(***/Finda Muhtar)

