BITUNG — Diduga salah-satu anggota Angkatan Laut (AL) Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan VIII Bitung, melakukan penganiayaan terhadap warga. Menurut informasi, pemicu penganiayaan hanya karena masalah sepele, namun oknum AL tersebut langsung menganiaya salah satu warga Aertembaga I hingga harus menaggung 5 jahitan di bagian bibir.
“Hanya karena masalah pelaku menduga kendaraan saya menghalang-halangi kendaraannya yang mau lewat sehingga ia langsung memukul saya,” kata korban Lucky Sanger, Selasa (12/04).
Menurut penuturan Sanger, kejadian itu terjadi sekitar pukul 07.30 Wita, ketika kondisi ruas jalan yang ada di kompleks TPI dipenuhi dengan berbagai kendaraan yang parkir. Pelaku yang kebetulan lewat merasa kendaraan korban yang dalam keadaan terparkir menghalangi jalan. Melihat hal tersebut, pelaku langsung turun dan memarahi korban yang berada tidak jauh dari kenadaraannya.
“Dia (pelaku-red) langsung mengatakan jika saya parkir sembarangan, dan saya katakan jika kendaraannya masih bisa lewat karena memang demikian. Tapi dirinya tidak terima dan langsung mendorong salah-satu rekan saya kemudian menghampiri saya sambil memukul,” cetusnya.
Tak terima diperlakukan demikian, Sanger mengaku tidak tinggal diam dan membalas pukulan pelaku. Akibatnya terjadilah perkelahian yang mengakibatkan bibir korban harus dijahit hingga lima jahitan.
“Saya baru tahu kalau dia (pelaku-red) adalah oknum AL, ketika dirinya memanggil rekan-rekannya datang ke lokasi dengan seragam lengkap dan membawa kendaraan saya ke markas,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan VIII Bitung, Mayor Marinir Apollinaris A.W, membenarkan jika oknum yang diduga melakukan penganiayaan adalah anggotanya. Namun dirinya mengaku langsung memanggil kedua belah pihak untuk mencari tahu apa yang menjadi pemicu sehingga terjadi penganiayaan.
“Kalau memang anak buah saya salah, maka pasti akan saya tindak, namun kejadian ini masih sementara kita tangani dengan jalan meminta keterangan kedua belah pihak,” kata Apollinaris. (en)

Juga yang berhak mengangkat mobil bermasaalah bukan Angkatan Laut. Kerjanya di Laut. Angkatlah Laut. Di laut kita jaya bukan di darat kita berbahaya. Jempol bagi semua AL yg tahu aturan. Brantas satu dua orang oknum yg tak tahu diri.