Bisnis dan Ekonomi

NTP Sulawesi Utara Turun Tipis, Pertanian Pangan Masih Tumbuh Positif

NTP Sulawesi Utara Turun Tipis, Pertanian Pangan Masih Tumbuh Positif
Salah satu kawasan pertanian di Sulut

Manado, BeritaManado.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara melaporkan, Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2025 mengalami penurunan tipis sebesar 0,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi 131,29.

Meski turun secara umum, subsektor tanaman pangan masih menunjukkan tren positif dengan kenaikan 2,49 persen.

Kepala BPS Sulawesi Utara, Aidil Adha, S.E., M.E., menjelaskan bahwa penurunan NTP ini disebabkan oleh turunnya harga beberapa komoditas hortikultura dan peternakan, sementara harga hasil pertanian pangan seperti padi dan jagung masih stabil.

“Subsektor tanaman pangan justru mencatat kenaikan karena hasil panen yang baik dan permintaan yang tetap tinggi,” ujar Aidil Adha pada rilis BPS, Rabu (1/10/2025).

Penurunan terbesar terjadi pada subsektor hortikultura yang merosot 2,63 persen, disusul subsektor peternakan turun 2,13 persen, serta perkebunan rakyat yang turun 0,19 persen.

Komoditas yang paling memengaruhi penurunan NTP antara lain bawang merah dan cabai rawit, sedangkan kelapa dan tomat menjadi penopang utama.

Selain NTP, BPS juga mencatat penurunan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) sebesar 0,80 persen, yang menunjukkan menurunnya kemampuan petani dalam menutup biaya produksi dan konsumsi rumah tangga.

“Secara umum, NTUP yang menurun mengindikasikan bahwa pendapatan petani belum sepenuhnya seimbang dengan kenaikan biaya produksi,” kata Aidil.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sulawesi, Sulawesi Utara masih mencatat penurunan NTP dan NTUP terkecil.

Sementara itu, Provinsi Gorontalo menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi yang mengalami peningkatan kedua indikator tersebut pada bulan September 2025.

Aidil menegaskan pentingnya dukungan kebijakan harga dan akses pasar bagi petani agar kesejahteraan mereka tetap terjaga.

“Perlu upaya bersama antara pemerintah dan pelaku sektor pertanian untuk memperkuat posisi petani, terutama dalam menjaga stabilitas harga hasil panen dan menekan biaya input produksi,” pungkasnya.

(srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara