BeritaManado.com – Berita Terkini dari Manado

Mulai Dibahas di DPRD Sulut, Ini Pemaknaan Fakir Miskin Disampaikan Ferry Liando

October 09
13:18 2018

Dr. Ferry Liando pada rapat pembahasan

 

Manado – DPRD bersama eksekutif Pemprov Sulut dan tim pakar menggelar rapat penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif tentang Fakir Miskin dan Anak Terlantar, Selasa (9/10/2018).

Dr. Ferry Daud Liando dari tim penyusun mengatakan, dasar pembentukan Perda adalah UUD 1945 Pasal 34.

“Hari inj penguatan aspek sosiologis. Latar belakang penyusunan Ranperda yakni UUD 1945. Perlindungan fakir miskin dan anak-anak terlantar dilakukan pemerintah,” ujar Ferry Liando.

Lanjut Ferry Liando, pemaknaan fakir miskin: orang yang sama sekali tidak memiliki sumber mata pencaharian, atau punya mata pencaharian tapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar.

“Menata penanganan kemiskinan dilakukan secara terpadu dan tepat sasaran,” terang Ferry Liando.

Tujuan pembentukan Perda, lanjut Ferry Liando, menjamin pemenuhan fakir miskin dan anak anak terlantar.

“Mempercepat penurunan keluarga miskin karena tidak ada satupun negara bisa menghilangkan kemiskinan,” tandas Ferry Liando didampingi tim penyusun lainnya, Dr. Grace Waleleng dan Hendra Zachawerus SH, MH.

Rapat dipimpin Ketua Bapemperda DPRD Sulut, Boy Tumiwa, didampingi Ferdinand Mewengkang, Herry Tombeng dan Felly Runtuwene.

Hadir, Kadis Sosial Sulut, dr Rinny Tamuntuan, pihak Lapas, instansi teknis lainnya, LSM, tokoh agama dan masyarakat.

(JerryPalohoon)

 

 

 

 

 

 

 

Ads




0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

10 − eight =