Bertepatan dengan hal itu, Anne juga berdinas di Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Pemerintah Kota Manado dan salah satu yang dikembangkan dinasnya adalah eco enzim dan bio gas.
“Ternyata kalau kita mau mengubah gaya hidup kita jadi makin bertanggung jawab, dampak yang dihasilkan sangat baik. Pimpinan kami di kantor, Ibu Kaban Liny Tambajong menjadi contoh bagi kami, di mana beliau menanam sayuran organik di rumah dengan memanfaatkan eco enzim. Hasilnya, sayur yang dihasilkan lebih sehat dan tentu secara ekonomi jadi hemat,” jelas Anne.

Hal itu kemudian disebar ke kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Manado dan kini sudah ada kelompok-kelompok TP-PKK yang mulai membuat sendiri eco ezim dari sampah makanan segar yang ada di rumah.
Secara tidak langsung, gaya hidup ini membuat pembakaran sampah jadi berkurang.
Hal itu pun akan berlanjut pada rasa bersalah jika makanan yang ada di piring tidak dihabiskan.
Itu sebabnya, mengambil atau memesan makanan sesuai dengan kemampuan makan sesuai yang ditubuhkan tubuh harus diterapkan.
Begitu juga dengan sampah plastik, Anne telah terbiasa membawa minum dalam tumbler demi meminimalisir sampah botol plastik.
Namun, jika memang ada botol plastik atau kemasan lainnya, dirinya akan menyimpan itu terlebih dahulu untuk dikumpulkan dan dibawa ke bank sampah.
“Dulu kita masih sering menganggap ah sudahlah, sisa makanan biar dibuang. Dulu juga soal sampah plastic, ah kan ada petugas kebersihan, ada TPA. Sekarang, hal itu diubah. Sekali lagi soal tanggung jawab. Tapi memang harus berkomitmen dan konsisten, baru kita bisa lihat hasilnya. Sekarang ada kebanggaan tersendiri karena setidaknya sudah memulai dari diri sendiri,” kata Anne.
(srisurya)
