Mayat perempuan tanpa identitas, ditemukan di Kuala Liwason-Teep Trans. Kuat dugaan, korban diperkosa, kemudian dibunuh dan dibuang disini. (foto beritamanado)
Teep — Senin (21/5) sekitar pukul 09.00 Wita, warga Desa Teep Trans dan Teep Kecamatan Amurang Barat dihebohkan dengan penemuan mayat. Penemuan pertama oleh seorang lelaki bernama Jakson Tambajong, warga Teep Trans. Jakson saat itu sedang memotong ranting kayu diseputaran Kuala Liwason, atau jembataan Liwason tersebut.
‘’Saya kaget melihat ada mayat terapung di kuala Liwason tersebut. Tetapi, saya tidak mengetahui apakah seorang wanita atau pria. Setelah melihat dari dekat, ternyata seorang wanita,’’ ujar Jakson Tambajong.
“Saya kaget dengan temuan ini Sampai-sampai rencana untuk memotong ranting di sekitaran Kuala Liwason tersebut langsung terhenti. Lantaran, sudah dikagetkan dengan penemuan mayat yang berwujud perempuan,” ujarnya.
Merasa bahwa harus segera melapor, dirinya langsung ke Hukum Tua Teep Trans Alex Tambajong. Dan Hukum Tua tersebut langsung menghubungi Kapolsek Amurang AKP Achmad Sutrisno.
Menariknya, tak ada satupun warga Teep Trans dan Teep mengenal sosok wanita (mayat, red) tersebut. ‘’Tidak ada yang mengenal wajah perempuan atau Mrs X tersebut. Dan mungkin, perempuan tersebut setelah dibunuh diantar melalui kendaraan dan dibuang ke kuala tersebut,’’ dugaan Hukum Tua Teep Trans Alex Tambajong.
Kapolsek Amurang AKP Achmad Sutrisno ketika dikonfirmasi membenarkannya. ‘’Ya, setelah mendapat kabar soal penemuan mayat. Kami langsung turun ke TKP. Dan ternyata, mayat itu seorang perempuan. Ada ciri-ciri kalau leher tersebut diikat dengan tali. Namun demikian, mayat itu langsung diantar ke RS Prof Kandou di Manado untuk selanjutnya di otopsi,’’ tegasnya.
“Jadi, saya belum bisa menjelaskan sebagaimana hasilnya. Sebab, hal ini masih dalam penyelidikan. Termasuk identitasnya pun masih belum diketahuinya. Dengan demikian, kami sampaikan kesabaran. Termasuk pihak keluarga yang merasa ada kehilangan untuk bersabar dan bisa melakukan koordinasi dengan pihak petugas.”
‘’Yang pasti, tim forensik RS Prof Kandou Manado akan memberikan data siapa identitas wanita tersebut. Termasuk akan terus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga kalau mengetahuinya,’’ pungkas Sutrisno. (and)
