Manado – Pihak pengembang CitraLand melalui GM Davis Sumanti, membantah bila longsornya tanah pada monumen Yesus Memberkati di kompleks perumahan Citraland Kota Manado akibat tidak adanya penahan tanah atau pondasi. Justru menurutnya alangkah lebih baik bila tidak ada pondasi, karena hal itu justru yang membahayakan.
“Memang kalau mau dilihat secara visual agak kritis, tetapi dari konsultan sendiri walau belum secara teknis mengatakan dari pengalaman dan keahlian mereka, mereka katakan monumen ini masih kuat berdiri di situ. Karena tanah yang cukup keras ada di dalam, yang longsor kemarin adalah top soil katanya. Artinya, tanah yang melapisi permukaan tanah agar bisa tumbuh tanaman-tanaman. Secara struktur tanah itu masih sangat kuat,” jelas Sumanti.
Untuk itu dari tim tehnik CitraLand saat ini sementara bekerja untuk membuat kembali teraseringnya dan langsung akan dipasang bronjong ataupun turap-turap penahan tanah.
“Berbicara kenapa tidak ada pondasi karena tinggi tebing itu mencapai 32 meter. Itu tidak ada penahan tanah yang bisa menahan tanah setinggi 32 meter, justru kalau kita pasang penahan tanah (pondasi) setinggi itu lebih berbahaya dari pada yang tidak dipasang, karena bangunan itu justru yang bisa runtuh sendiri,” kata Sumanti.
Alasannya menurut dia, karena memang kalau tanah di atas 10 meter, sesuai tim teknis CitraLand itu hanya mengandalkan kestabilan lereng itu sendiri.
“Karena memasang barang dengan ketinggian itu sangat berbahaya, itu alasan kenapa tidak membuat penahan tanah dan memang monumen Yesus kalau mau dilihat secara alami dari dulu sudah seperti itu,” tegas Sumanti.
Diapun berencana akan menambah konsultan dari Pulau Jawa, guna melihat dan memberikan masukan apa-apa yang bisa dilakukan.
Pernyataan pihak pengembang CitraLand ini terkait “tudingan” Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulut JE Kenap yang menyindir longsornya tanah pada monumen Yesus Memberkati di kompleks perumahan Citraland Kota manado akibat tidak adanya penahan tanah atau pondasi. (jrp)

Statemen Bodoh semakin berkomentar semakin ketahuan Citra Land hanya namanya yg besar tapi tidak memiliki tenaga teknik yg berkualitas, saya jelaskan bahwa anda tidak mengerti membedakan fungsi Pondasi dan stabilitas lereng jadi singkatnya Konstruksi Patung Tuhan Jesus Untuk aman harus ditopang oleh Pondasi yg aman dan itu sudah digunakan apakah dia pondasi dangkal atau dalam tergantung beban2 yg ada kemudian masalahnya Konstruksi P Tuhan Jesus berada di lereng yg sesuai perhitungan saya tidak stabil dan ditambah dengan berat Patung maka lereng semakin tidak stabil/kritis sedikit saja mendapat gaya tambahan seperti aliran air tanah atau beban lainnya seperti gempa maka lereng tersebut akan longsor. jadi diperlukan desain Dinding Penahan Tanah Retaining Wall apakah Sheet Pile Cofferdam Grafitty Wall dll sesuai dgn beban2 yg ada. keputusan pengembang hanya memperbaiki lereng yg longsor dgn membuat terassering tanpa didasari oleh perhitungan adalah suatu tindakan yg keliru dan walaupun saya belum hitung dgn pengalaman saya mendesain beberapa lereng kritis di Sulut saya yakin pembuatan terassering adalah keliru . Pihak berwajib sebaiknya tangkap pengemban dan pemerintah yg mengijinkan saya siap dipanggil untuk menjadi saksi ahli dalam kasus ini ( Dr Fabian J Manoppo Ahli Geoteknik Pondasi Tiang Pancang dan Kestabilan Lereng )
Kalau suatu saat patung itu rubuh, maka dugaan saya sangat mungkin akan muncul dua cerita berbeda dengan tafsir dan legitimasi ayat-ayat tertentu dalam kitab suci. Dua cerita berbeda itu akan muncul dari kelompok Kristen dan Non Kristen dengan prespektifnya masing-masing. Sebelum itu semua terjadi, mari lihat secara jernih bahwa patung itu berdiri semata-mata masalah teknis bangunan, tidak lebih dari itu.