
Manado– Personil DPRD Sulut, Raski Mokodompit menilai, meski sudah Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai cengkih bukan berarti harga jual cengkih dari petani ke pembeli harus turun dari Rp 50 ribu.
“Harga yang paling ideal adalah Rp 50 ribu. Dan sebaiknya, dalam Pergub dicantumkan batas bawah, supaya petani cengkih tidak dirugikan,” ujar Mokodompit kepada beritamanado.
Selain itu dikatakan politisi Golkar ini, walaupun Pergub itu diterbitkan untuk mengantisipasi harga cengkih, namun sangat disesali hingga kini keberpihakan bank kepada petani belum nampak. Untuk itu, kami mendesak supaya Pemerintah menunjuk konsorsium demi mengantisipasi kestabilan harga.
“Pihak bank belum sepenuhnya mendukung program pemerintah untuk membantu petani cengkih. Khusus untuk Bank Indonesia (BI) yang menjadi top leader, seharusnya pro aktif membantu petani. Sebaiknya pemerintah menunjuk pihak swasta dalam hal ini konsorsium untuk menangani pembelian cengkih, supaya tidak ada permainan harga ditingkat pedagang,” tukasnya. (oke)

asal’ jo nn.. nn sadap gaji besar coba nn jadi petani cingkeh kong dpe harga 50ribu 1 kilo.. nda mo dpa makang nn biongo..
No kalu ng dang minahasa…. bgmn????
Asal2 jo ngna .. nintau apa2 kwa ttg cingkeh mo basuara ..
specialist cetakan sekolah termasuk kartusiswa (murah & berkwalitas)
specialist cetakan sekolah(id card siswa dll)hrga murah kwalitas baik\