Sejak saat itu, nilai dan semangat Yesus Kristus dan kebangsaan, menjadi tema penginjilan di Minahasa terutama dari kalangan KGPM.
Bahkan, pada bulan April 1967, tema ini semakin santer dan menjadi tema sentral dalam setiap penginjilan yang dikhotbahkan para penginjil KGPM baik di Bolaang Mongondow bahkan di Minahasa, terutama yang sekarang menjadi wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.
Akhirnya, pada pelaksanaan Sidang Raya ke 19 pada 14 s/d 16 Mei 1967 di KGPM Wuwuk, tema ini dijadikan Tema Sidang Raya. Bahkan, dalam pembahasan, tema ini disepakati menjadi tema KGPM.
Tidak sampai di situ, untuk melegitimasi tema ini sebagai tema KGPM, maka Sidang Raya KGPM tahun 1978 di Kawangkoan yang kemudian disahkan pada Rapat Paripurna KGPM tanggal 21 April 1979 di Bitung, tema ini dicantumkan dalam Peraturan Dasar KGPM pada Bab III pasal 5.
Selanjutnya, tema ini dicantumkan dalam salah satu pasal di Peraturan Gereja KGPM sampai sekarang.
Yesus Kristus dalam Kebangsaan, Kebangsaan dalam Yesus Kristus ini, adalah cita-cita dan perjuangan KGPM yang secara tegas menyatakan keluar dari Indishe Kerk pada 29 Oktober 1933 di Wakan, sampai sekarang ini.
Bahkan tema ini menjadi komitmen tegas para pendiri dan seluruh warga jemaat KGPM bahwa selain mengabdi dalam kesetiaan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memerdekakan dari kuk perhambaan dosa melalui pengorbanan di kayu salib, tetapi sebagai warga bangsa Indonesia, KGPM memiliki tanggung jawab yang besar untuk memerdekakan bangsa ini dari kuk penjajahan Belanda dan akan setia mempertahankan serta mengisi kemerdekaan dengan pengorbanan jiwa dan raga.
Selain itu, tema ini membuktikan bahwa perjuangan KGPM sejak berdiri tidak hanya untuk mempertahankan eksistensinya di masa penjajahan, tetapi akan terus menerus bersama seluruh elemen bangsa berjuang bersama mencapai kemerdekaan serta secara aktif berpartisipasi dalam mengisi dan membangun bangsa sebagai bentuk pengalaman Pancasila.
Bagi KGPM selain komitmen dan konsisten menjalankan tri tugas gereja yakni Bersekutu, Bersaksi dan Melayani, tapi akan konsisten berperan aktif dalam membangun bangsa.
Karena itu, ketika memasuki usia yang ke 89 ini, komitmen kebangsaan KGPM yang dilandasi semangat Gereja Merah Putih, Gereja Nasional dan Gereja Perjuangan akan semakìn membuat warga jemaatnya setia pada bangsa Indonesia, sebagaimana kesetiaannya kepada Tuhan Yesus Kristus.
KGPM bersama elemen bangsa akan menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa dan keutuhan NKRI. Amin.
Kawangkoan, 26 Oktober 2022
Penulis: Pnt. Tenni G.M Assa
