Manado – Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sjarif Sutarjo memuji upaya dan langkah dari Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang dalam mendukung program Coral Triangle Initiative (CTI) Summit sampai ke level internasional.
“Apresiasi dan penghargaan yang tinggi saya bagi Pak Sarundajang. Beliau sangat gigih memperjuangkan CTI”, katanya dalam pmbukaan acara ‘The 2nd CTI-CFF Regional Priorities Workshop’, Rabu (21/7) di Hotel Sedona, Tateli Minahasa.
Dia menilai bahwa pelaksanaan WOC dan CTI Summit yang diselenggarakan di daerah ini beberapa tahun lalu sangatlah berhasil. Dalam progress report program-program CTI yang dipresentasikan Sjarif, Ia sendiri tidak menyangka bahwa capaian-capaian yang diperoleh melebihi dari harapan.
“Saya kaget tapi senang dengan hasil capaian ini, tapi kita jangan berpuas diri dulu”, ujar Sutarjo.
Empat tahun telah berlalu sejak pelaksanaan World Ocean Converence (WOC) dan CTI Summit yang berlangsung di Manado Sulut pertengahan Mei Tahun 2009 lalu. CTI sendiri merupakan perkumpulan 6 negara yaitu: Indonesia, Malaysia, Philipina, Papua New Guinea, Solomon Islands dan Timor Leste yang secara geografis membentuk ‘segi tiga’ dimana kawasan pantai dan lautnya terkandung terumbu karang terbesar di dunia.
Dengan kekayaan alam yang dimiliki tersebut, maka pemerintah di keenam negara tersebut berkewajiban menjaga keberlanjutan dan kelestariannya bukan hanya untuk masyarakat dan penduduk di wilayahnya saja tapi untuk seluruh dunia.
Hal ini dikarenakan betapa pentingnya keberadaan terumbu karang terhadap aspek lingkungan dan perekonomian. Itu sebabnya peran Indonesia sangat vital mengingat secara geografis negara ini memiliki wilayah yang palung luas dibandingkan dengan yang lain, jelas Sutarjo. (rizath polii)
