
Manado – Kecamatan Malalayang kembali mengalami pemadaman listrik selama lebih kurang 4 jam sejak 14.00 – 18.00 Wita, kamis (17/4).
Melly Mahasiswi Unsrat mengaku persoalan listrik adalah satu masalah yang tidak memiliki jalan keluar sejak dulu kala sampai mungkin nanti Sulawesi Utara meminta merdeka dari Republik Indonesia.
“Kalau Sulut sudah merdeka dari Indonesia mungkin baru masalah listrik teratasi, kalau sekarang? Ya, biar Gubernur saja angkat tangan,” celetuknya kepada BeritaManado.com.
Ia berharap agar pihak PLN benar-benar mengurangi sedikit keuntungan agar memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.
“Sudahlah bonus karyawan dan perusahaan tak perlu ditambah, sekali-sekali bonus pembayaran supaya warga tak marah-marah terus,” pungkasnya berharap.(quin)

maaf bung redaksi …urusan listrik padam tolong jangan dikait2kan dengan kata2 provokasi yg bisa memicu timbulnya disintegrasi !! .. Tapi sebaiknya mari kita lihat secara riil apa yg terjadi di Kota Manado 3X dalam sehari terjadi pemadaman listrik, kecuali di lingkungan Bumber. Berapa jumlah generator listrik di manado dan sulut yg layak operasional ? apakah seimbang dengan pesatnya pertumbuhan pembangunan pemukiman baru dan pembangunan gedung2 pertokoan, hotel dan bangunan bertingkat lainnya semua itu membutuhkan listrik. Sejauhmana peran pimpinan daerah selama 10 tahun ini dan upaya2 apa yg sdh dilakukan untuk mengatasi masalah pelayanan listrik kepada masyarakat ?… yang jelas skarang ini genset impor semakin laku keras dipasaran, dan listrik di Manado semakin “pintar” dipadamkan …he he he
Gak salah?
Yang pasti kalau merdeka, nda ada lagi uang jatah triliunan tiap tahun dari RI.
Trus….uang dari mana mau bangun PP?