
Melky Pangemanan.
Minut, BeritaManado.com – Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Utara Melky Jakhin Pangemanan (MJP) menanggapi pembebasan tanpa syarat Abu Bakar Ba’asyir, serta sikapnya yang tidak bersedia menandatangani surat pernyataan setia kepada Pancasila.
Menurut Melky, Indonesia tidak menyediakan tempat bagi setiap warga negaranya yang menganut ideologi lain selain Pancasila.
“Pancasila dan NKRI merupakan harga mati bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak boleh ada ideologi lain di bumi pertiwi ini. Rakyat Indonesia wajib setia kepada Pancasila dan NKRI,” kata Melky Jakhin Pangemanan.
Wakil Ketua TKD Jokowi-Ma’aruf Amin Provinsi Sulawesi Utara ini mempersilahkan Abu Bakar Ba’asyir dan siapapun yang tidak memiliki komitmen kepada NKRI dan Pancasila, agar keluar dari Indonesia.
“Ba’asyir atau siapapun yang tidak setia kepada Pancasila dan NKRI ya silahkan keluar dari Indonesia. Tidak ada tempat di Indonesia. Silahkan jadi warga negara lain,” tegas MJP.
Melky mengatakan bahwa mendukung keputusan Presiden Jokowi membebaskan terpidana terorisme itu dan meminta kepada Abu Bakar Ba’asyir agar mau menandatangani surat pernyataan setia kepada Pancasila dan NKRI.
“Keputusan pak Jokowi lebih pada aspek kemanusiaan. Hanya saja Ba’asyir yang harus dipertanyakan lagi komitmennya terhadap NKRI dan Pancasila. Buktinya dia tidak mau menandatangani surat tersebut. Ini yang bisa membuat publik ragu. Saya harap dia mau berkomitmen untuk setia pada Pancasila,” papar Melky.
(***/Finda Muhtar)
