Nasional

Maya Rumantir: Masyarakat Perlu Ketahui Bagaimana Berdemokrasi Secara Substansial dan Etika Berbangsa

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat dalam pemilu belum sepenuhnya diikuti dengan keterlibatan aktif dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan publik.

Selain itu, maraknya hoaks, ujaran kebencian, polarisasi politik, serta rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga politik menjadi tantangan serius yang harus diatasi bersama.

Melalui pendekatan filosofis, sosiologis, psikologis, antropologis, politis, dan edukatif, peserta diajak memahami akar persoalan demokrasi sekaligus mencari solusi yang dapat memperkuat budaya demokrasi yang sehat dan beretika.

Aspirasi Masyarakat Jadi Masukan MPR RI

Dalam sesi dialog, peserta menyampaikan berbagai aspirasi terkait partisipasi publik, representasi politik, budaya dialog di ruang digital, hingga pentingnya keteladanan para pejabat publik.

Seluruh aspirasi yang berkembang dalam forum tersebut akan dirangkum sebagai bahan masukan dan rekomendasi bagi MPR RI dalam memperkuat implementasi Empat Pilar Kebangsaan dan pembangunan demokrasi yang lebih substantif.

Mengakhiri kegiatan, Maya Rumantir mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan demokrasi dan etika sebagai dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

“Demokrasi adalah sistemnya, sedangkan etika adalah jiwanya. Demokrasi tanpa etika akan kehilangan arah, sementara etika tanpa demokrasi berpotensi melahirkan otoritarianisme. Karena itu, membangun Indonesia yang bermartabat adalah tanggung jawab bersama, baik negara, masyarakat, maupun para pemimpin,” tegasnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara