Manado – Tidak bisa dipungkiri pada setiap Pemilu selalu ada isu yang tak pernah hilang, yaitu “money politic” atau politik uang. Sudah menjadi rahasia publik kalau di setiap Pemilu atau Pilkada ada yang namanya serangan fajar atau memberi uang kepada masyarakat untuk memilih satu calon tertentu. Hal ini sangat disayangkan oleh masyarakat termasuk pemilih baru.
“Selama ini hal yang paling miris bagi saya saat orang-orang mulai bertanya kapan serangan fajar datang. Itu sama saja bertanya kapan suara saya akan dibeli”, ujar Maya Lalimbat, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado kepada BeritaManado.com, Kamis (4/6/2015) malam tadi.
Ia juga berharap kalau di Pilkada kali ini masyarakat jadi lebih sadar bahwa suara mereka lebih mahal dari sekedar uang dan beras.
“Masyarakat harusnya menyadari bahwa kalau suara rakyat itu mahal. Sangat tidak sebanding dengan uang 50 Ribu dam beras 5 Kg. Memang itu menguntungkan masyarakat tapi hanya sementara dan calon yang main uang itu adalah calon-calon koruptor yang justru berpeluang besar memiskinkan rakyat”, tambahnya.
Ia berharap tidak ada lagi yang membeli dan menjual suara rakyat demi kekuasaan.
“Kiranya masyarakat mampu berkata tidak pada oknum-oknum yang tega membeli suara rakyat dan para calon kiranya benar-benar dengan tulus mau mengabdi untuk Manado. kalau hanya mau main uang lebih baik mundur saja”, tutupnya. (SriSuryaPertama )
