Berita Utama

DR MAXI RONDONUWU Minta Maaf Kepada Keluarga PROF LOMBOK

dr Maxi Rondunuwu diwawancarai usai rapat bersama Komisi 4 DPRD Sulut
dr Maxi Rondunuwu diwawancarai usai rapat bersama Komisi 4 DPRD Sulut

 

Manado – Direktur Utama RSUP Kandou, dr Maxi Rondonuwu mewakili manajemen secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terhadap seluruh pasien yang menerima pelayanan tidak memuaskan saat menjalani perawatan di RSUP Kandou Manado.

Hal tersebut dikatakan Rondonuwu pada hearing Komisi 4 DPRD Sulut bidang Kesra bersama manajemen RSUP Kandou yang dipimpin Ketua Komisi 4 James Karinda, Senin (3/10/2016) sore.

“Semua yang disampaikan itu fakta sehingga tidak boleh disangkal. Saya sendiri menerima langsung keluhan masyarakat. Kami mohon maaf atas kejadian yang dialami oleh banyak keluarga pasien termasuk keluarga Prof Lombok,” jelas dr Maxi Rondonuwu.

Terkait pelayanan buruk pihak rumah-sakit yang dialami keluarga Prof Lombok saat perawatan Ibu Hermin Tangkau hingga meninggal dunia, dr Maxi Rondonuwu berjanji akan melakukan perbaikan internal.

“Misalnya soal ambil obat dan sampel darah sesuai protap harus perawat. Saran perbaikan secara radikal akan kami tindaklanjuti. Soal pungutan liar saya akui memang ada, saya sudah perintahkan direktur keuangan memberikan sanksi. Untuk foto copy tidak boleh ada pembayaran, sementara untuk dokter praktik sementara dibangun rumah-sakit pendidikan,” tutur dr Maxi. (jerrypalohoon)

Baca juga:

6 tanggapan untuk “DR MAXI RONDONUWU Minta Maaf Kepada Keluarga PROF LOMBOK”

  1. Seperti inikah pelayanan terbaik RS tipe A? tidak berperikemanusian! sekolah tinggi tinggi hanya untuk mengerjar harta saja, tapi tidak menjunjung moral etikad kedokteran

  2. Direkturnya baru tahu fakta di lapangan seperti itu yach… pelayanan amburadul seperti ini memang sudah berlangsung lama,.. bahkan sebelum anda menjadi direktur…. terus selama ini direktur utama sama direktur pelayanannya ngapain aja… #kampret

  3. Sangat tragis kalau sampai harus ada korban jiwa baru kemudian pihak management rumah sakit bereaksi. Berharap reaksi yg diberikan bukan karena hanya berlaku bagi orang orang yg notabene “terkenal di kalangan rumah skit”. Berharap bahwa pihak management rumah sakit mendengar suara rintihan rakyat kecik ketika menerima perlakuan yg tidak benar dalan masalah pelayanan rumah sakit. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru ada tindakan. Rumah sakit seharusnya berperan menyelamatkan bukan merenggut nyawa orang. It’s accredited as “Hospital Type A”, so it should live up to its expectation.

  4. Minta maaf nd akn m mengembalikan korban jiwa dsna, buat apa nnt so kejadian bru minta maaf? Kl nd ad perubahan tiap kali ad kejadian, minta maaf jo sedalam-dalamnya, krn minta maaf nd kena biaya!

  5. Mungkin dalam pelayanan kita harus belajar dan mengerti cara berempati sehingga kita akan mengerti kesusahan orang lain, sederhana tapi terlalu sulit diterapkan..

  6. Setelah minta maaf, konkritnya kedepan apa ya? Hanya mau perbaikan pelayanan? Usul agar ada yg “kelihatan” dalam pelayanan pasien. Jangan hanya retorika…. ini mencuat krn yg korban orang terkenal, jika orang biasa saja yg mungkin sudah ratusan atau ribuan kasus seperti ini apa tanggung jawabnya…. ini aja keluarga terkenal hanya maaf…. krn hanya bisa itu yg di lakukan… semoga ada perubahan pelayanan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara