Kota Bitung

Maurits Mantiri, Sosok Pemimpin Tanpa Sekat

Maurits Mantiri, Sosok Pemimpin Tanpa Sekat
Maurits Mantiri

Oleh
Novianto Topit*

Om Kumis adalah sapaan akrab dari Maurits Mantiri, Ketua P-DIP Kota Bitung yang kini berada di akhir masa jabatan sebagai Wakil Walikota Bitung.

Julukan Om Kumis mungkin didapatkan Maurits karena kumisnya yang tebal.

Dalam kesehariannya, Om Kumis merupakan sosok egaliter yang pada saat menjabat sebagai Wakil Walikota tidak sedikitpun menciptakan sekat – sekat sosial antara dirinya dan masyarakat biasa.

Om Kumis bermain kartu (bukan berjudi) dengan masyarakat biasa yang datang dikediamannya, bahkan sering kali Om Kumis dibuat berdiri (mendapatkan hukuman) oleh masyarakat biasa, karena kalah bermain kartu. Selain itu, Om Kumis tidak pernah alergi untuk duduk, diskusi bersama dengan aktivis Kota Bitung di Warkop (Warung Kopi).

Aktivitas semacam ini merupakan kebiasaan Om Kumis yang dilakukan sejak lama, bahkan jauh sebelum Beliau menjabat sebagai Wakil Walikota.

Mengaji Bersama Om Kumis

Suatu ketika kami melaksanakan pengajian yang bertepatan dengan milad (hari lahir) Ayahanda kami (14 Sepetember 2019), yang juga merupakan orang tua kandung dari pemimpin tertinggi (tingkat daerah) Organisasi kami.

Om Kumis hadir bukan hanya sebagai sosok Wakil Walikota, akan tetapi sebagai anak dari teman Ayahanda kami.

Orang Tua Om Kumis merupakan teman seperjuangan dari Ayahanda kami dalam memajukan pendidikan di Kota Bitung.

Om Kumis diberikan kesempatan menyampaikan satu, dua, tiga buah kalimat pada pengajian tersebut.

Terus terang, pada saat itu saya bertanya dalam hati saya, “bagaimana caranya seseorang beragama Kristen menyampaikan pidato pada acara pengajian tanpa ada teks tertulis ditangannya”, sesekali saya berfikir bahwa beliau akan berlagak seperti seorang yang paham Islam, dan mengutip ayat – ayat Al-Qur’an seperti pejabat pada umumnya.

Sosok Nasionalis-Religius (Kristen)

Apa yang menjadi dugaan saya tidak terjadi sama sekali. Om Kumis tidak sedikitpun berusaha menjadi Islami untuk menarik simpati kami yang beragama Islam.

Beliau menyampaikan sesuatu yang menarik tentang perjalanan beliau ke jalur Gaza yang menjadi perbatasan Israel dan Palestina.

Beliau menggambarkan betapa teduh dan damai suasana perbatasan jalur Gaza, aktivitas dagang terjadi di sana, paling penting lagi tidak ada peperangan.

Anehnya pada saat beliau melakukan kunjungan tersebut salah satu media TV Internasional menginformasikan adanya terjadi peperangan di jalur Gaza.

Om Kumis menyimpulkan bahwa hal tersebut hanyalah propaganda media, dan menyampaikan kepada kami untuk tidak terprovokasi dengan hal semacam itu.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara