
Asisten I Pemkab Minut Rivino Dondokambey mengajak warga gunakan hak pilih.
Minut, BeritaManado.com – Gempuran aksi kampanye di rumah-rumah ibadah, semakin membuat masyarakat Kabupaten Minahasa Utara (Minut) gerah.
Mereka ingin agar rumah ibadah steril dari kegiatan politik, yang bisa menimbulkan perpecahan antar jemaat.
“Kampanye di rumah ibadah bukan membangun satu peradaban tapi menghancurkan persatuan. Jangan ada kepentingan politik disana,” ujar Edy Dahlan salah satu Tokoh Agama yang hadir dalam Penyuluhan Politik Kepada Masyarakat, yang digelar Badan Kesbangpol Minut, di Balai Desa Kaima, Selasa (26/3/2019).
Pernyataan Edy, didukung Asisten I Pemkab Minut Rivino Dondokambey.
Dikatakannya, beberapa denominasi gereja salah satunya Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) sudah menerbitkan surat himbauan agar jemaat dan ketua jemaat tidak menjadikan gereja sebagai tempat berpolitik.
“Bagi pendeta, sanksinya juga ada, berupa larangan untuk berkotbah dalam kurun waktu tertentu,” kata Dondokambey.
Dalam penyuluhan itu juga ikut dibahas sejumlah hal yang berpotensi mengganggu jalannya Pemilu 2019 diantaranya politisasi SARA dan identitas, konflik horizontal antar pendukung, kesiapan penyelenggara Pemilu dan lainnya.
Terlepas dari semua ancaman itu, Komisioner KPU Minut Hendra Lumanauw turut menjelaskan mekanisme menggunakan hak pilih dalam pemungutan suara.
“Gunakan hak pilih kita 17 April mendatang. Tetap jaga keamanan lingkungan sekitar. Jangan golput,” ajak Hendra diamini pemateri perwakilan Polres Minut dan Kodim 1310/Bitung dan Camat Kauditan Martho Rasubala.
Penyuluhan Politik Kepada Masyarakat menjadi upaya Badan Kesbangpol Minut guna meningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019,
Kaban Kesbangpol Minut Daniel Komenaung menjelaskan, kegiatan penyuluhan politik dibagi dalam dua tahap.
Pertama, Kecamatan Kauditan-Kema (Dapil III) dan Kecamatan Airmadidi-Kalawat (Dapil I).
Kedua, Kecamatan Dimembe-Talawaan-Likupang Selatan (Dapil II) dan Kecamatan Likupang Timur-Likupang Barat-Wori (Dapil IV).
Selain itu juga pernah digelar tatap muka dengan organisasi masyarakat untuk mendukung suksesnya Pemilu damai.
“Walau berbeda pandangan dan pilihan tapi kebersamaan harus diutamakan. Mari gunakan hak pilih kita sebaik mungkin pada 17 April,” ujar Komenaung.
(Finda Muhtar)

