
Manado, BeritaManado.com — Asap tebal mengepul dari ruang mesin kapal tanker MT Mika Zayn yang tengah berlabuh di perairan Selat Lembeh, Bitung, Sulawesi Utara, Minggu (1/11) sore.
Tak lama berselang, api berkobar. TNI AL melalui Satrol Kodaeral VIII pun bergerak cepat mengamankan lokasi dan mendukung operasi pencarian serta pertolongan (SAR).
Insiden bermula sekitar pukul 17.00 Wita. Kapal berbendera Indonesia ini berukuran panjang 85 meter, lebar 15 meter, dengan kapasitas bobot mati (DWT) 3.670 ton. Saat kejadian, kapal berlabuh di posisi 1°26?17? LU, 125°09?40? BT. Begitu api muncul, pihak kapal langsung berkoordinasi dengan Pelindo dan Pertamina untuk meminta bantuan pemadaman.
Demi mencegah risiko lebih besar, MT Mika Zayn ditarik kapal pandu ke perairan di depan PT AKR, Madidir. Di lokasi itu, kapal menjalani pengamanan dan pendinginan guna mengantisipasi kebakaran susulan.
Perjuangan memadamkan api berlangsung hingga malam. Pukul 22.15 Wita, api akhirnya berhasil dijinakkan, dilanjutkan proses pendinginan. Di saat yang sama, tim Basarnas menjalankan evakuasi menggunakan KT Tondano.
Meski api telah padam, ruang mesin kapal masih mengeluarkan asap. Karena itu, seluruh unsur pendukung tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan.
Satrol Kodaeral VIII mengerahkan KAL Patola VIII-27 dan RHIB dari Dermaga Satrol Kodaeral VIII. Langkah ini menjadi wujud kesiapsiagaan TNI AL dalam mendukung operasi SAR sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan di perairan Sulawesi Utara.
Operasi gabungan ini juga melibatkan KN P 380 (Kapal Patroli KPLP), KT Bunaken milik PT Pelindo Marine Servis, dan FB Wisnu III milik PT Pertamina Trans Kontinental.
***/deidy
