MANADO – Penahanan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto oleh pihak kepolisian berakibat efek positif kepada KPK, ini dibuktikan dengan semakin banyak masyarakat yang memberi dukungan kepada KPK termasuk warga Sulawesi Utara.
Hasil wawancara beritamanado dengan sejumlah warga Sulut, didapati sebagian besar warga justru lebih mendukung lembaga pemberantasan korupsi yang didirikan pada masa Presiden Megawati itu. “Mestinya polisi harus peka, penahanan ini terkesan dipaksakan,” kata Stenly Tangkuman MT, dosen fakultas teknik Unsrat.
Selama ini KPK berhasil melakukan perubahan mendasar di negeri ini dengan mengungkap banyak kasus korupsi di Indonesia bahkan banyak pelaku korupsi yang dipenjarakan, tidak tanggung-tanggung pejabat dan mantan pejabat bahkan pejabat polisi dipenjarakan karena terbukti di pengadilan melakukan tindak pidana korupsi.
“Korupsi adalah penyakit utama bangsa ini, kalau KPK dikerdilkan apa jadinya negara ini?” ujar Nixon, warga Amurang. KPK adalah garda terdepan pemberantasan korupsi dan selama ini menjadi kekuatan utama Presiden SBY untuk menarik simpati masyarakat terhadap pemerintah.
Dari jejaring facebook, melalui account facebook gerakan 1.000.000 facebookers dukung Chandra Hamzah dan Bibit Samat Riyanto, hanya dalam dua hari pertama, mendapat 277 ribu lebih dukungan. (JRY)
