
Penulis: Mega Anggawirya Zas | Manado
Kota Manado kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah berhasil masuk nominasi lima besar kategori kota dalam Penilaian Dokumen Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026.
Dalam rangkaian penilaian tersebut, Wali Kota Manado Andrei Angouw menghadiri kegiatan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Kota Manado Tahun 2026 yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (6/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan tim penilai dari Bappenas RI dan dihadiri Asisten II Setda Kota Manado Atto Bulo, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Marcos Kairupan, para kepala perangkat daerah, serta Tim Ekonomi Kota Manado.
Dalam sambutannya, Andrei Angouw menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Manado hingga berhasil masuk nominasi lima besar nasional Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2026.
Wali Kota kemudian memaparkan berbagai program unggulan dan capaian pembangunan yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, fokus utama pemerintah daerah adalah meningkatkan pendapatan masyarakat, mendorong terciptanya lapangan pekerjaan, sekaligus menekan biaya hidup warga.
Andrei mengungkapkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Manado terus menunjukkan tren positif. Saat ini pertumbuhan ekonomi Kota Manado mencapai 5,77 persen dengan PDRB per kapita sebesar Rp124 juta, tertinggi di Provinsi Sulut.
“Jadi fokus kita bagaimana PDRB per kapita ini semakin hari semakin tinggi sehingga kita berusaha bagaimana perputaran uang di Kota Manado semakin meningkat,” kata Andrei.
Ia menjelaskan, meningkatnya perputaran ekonomi menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menekan angka kemiskinan melalui penguatan investasi dan pembangunan infrastruktur.
“Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur agar investasi berjalan baik, mendorong aktivitas ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Manado,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Andrei juga menjelaskan kondisi ekonomi makro Kota Manado yang dibandingkan dengan capaian nasional maupun Provinsi Sulut. Ia menyebut angka kemiskinan ekstrem di Kota Manado kini telah mencapai nol.
“Miskin ekstrem saat ini sudah nol sebab kita menangani masalah ini dengan sebaik mungkin dan meminimalisir situasi serta kondisi miskin ekstrem,” jelasnya.
Selain memaparkan indikator ekonomi, Wali Kota turut menjelaskan sejumlah pembangunan yang telah direalisasikan, di antaranya peningkatan penerangan jalan umum agar Kota Manado semakin terang dan nyaman, pengoperasian Bus Manado sebagai transportasi bagi masyarakat, pembangunan rumah susun, hingga berbagai program pelayanan publik lainnya.
Tak hanya itu, Andrei juga menyampaikan program pemberian insentif bagi rohaniawan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan mental dan spiritual masyarakat, serta memaparkan 15 program unggulan Pemkot Manado yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga.
