
Siau–Kehadiran salah satu dedengkot DPP PDIP yang juga legislator DPR RI, Maruara Sirait SE, pada kampanye pasangan Toni Supit-Sisca Salindeho (Tonsu-Bersih) punya daya tarik tersendiri, dimana dalam orasinya, juga menyentil tentang perjuangan dirinya dengan Fraksi PDIP di Senayan untuk membongkar kasus dugaan Korupsi Bank Century.
Menurutnya, tidak ada yang kebal di mata hukum, untuk itu harus diusut tuntas. ”Hukum itu harus seperti pedang tidak hanya tajam ke bawah, namun juga harus tajam ke atas, dalam artian hukum tidak hanya untuk masyarakat bawah, namun harus juga tegas kepada siapa saja, termasuk pejabat tinggi di nagara ini,” tandas Ara, sapaan akrab putera politisi Sabam Sirait ini.
Selain itu juga dia mempertegas komitmen PDIP akan membangun Indonesia, termasuk kesejahteraan Kabupaten Sitaro, meminta Tonsu-Bersih agar benar-benar memegang janjinya untuk membangun Sitaro.
”Kalau Pak Toni menang terus tidak menepati janjinya, saya sendiri akan datang lagi ke Siau untuk menurunkan Pak Toni Supit dari kursi bupati Sitaro,” paparnya sambil meminta masyarakat Sitaro tidak lupa pada tanggal 5 Juni mendatang untuk menentukan pilihan pada pasangan Tonsu Bersih nomor urut 2. (*/gun)

Kalo selera menang sitaro tidak dikenal di mana-mana alias nda maju-maju
Salera nda perlu Datangkan orator dari DPR, TIM Pemenangan Salera adalah tim yang solid dan kompetensi masing-masing dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Tidak diragukan, serta mempunyai manejemen kerja yang disusun secara sistematis, terukur, dimulai dari perencanaan yang matang, Dan sudah berproses sesuai harapan, Termasuk mengantisipasi….?? sebagai jalan terakhir Tonsu bersi , Selanjutnya SALERA akan memetik kemenangan telak pilkada 2013. itu alasannya kami tim pemenangan nda perlu mendatangkan dari DPD Provinsi, maupun DPP
lagi lagi…Einstein HIBURRRRR DIRiiii,,;;;;;;;
hahahhhahhhahhaaaaa..hahhaa…
T-MAN CEK DI LAPANGAN JANGAN CUMA ASAL BICARA….SELAIN DIDUKUNG ELIT GOLKAR SALERA JUGA DIDUKUNG OLEH PUTRA-PUTRI TERBAIK SITARO YG SUKSES BERKARIR DI PUSAT, INI KARENA MEREKA PEDULI DENGAN DAERAHNYA, SEDANGKAN ELIT MERAH DATANG BUKAN KARENA PEDULI DENGAN MASYARAKAT SITARO TAPI KARENA PEDULI SAMA KEPENTINGAN PARTAINYA
pemilukada 5 Juni 2013
RAKYAT SITARO vs TONI SUPIT
SALERA tidak di dukung oleh DPP GOLKAR.
BUAT APA BAWA JURKAM DARI LUAR SITARO YG NDA MENGERTI DENGAN KEADAAN SITARO. INI MENUNJUKKAN BAHWA TIDAK ADANYA JURKAM PUTRA DAERAH YG MAMPUH BERORASI DARI KUBU PDIP, KENAPA NDA BAWA JO SATU X DENGAN JOKOWI DANK
Itu menandakan dukungan dpp pdip, dengan datangnya pengurus dpp dari jkt.
biar gw posting juga disini biar lebih jelasnya…
Nazaruddin Juga Sebut Olly, Selain Andi dan Anas
Penulis: ags | 07/12/2012.
Jakarta – Ketua PDIP Sulut, Olly Dondokambey tampaknya bakal tidak tidur tenang. Ya, pasca pengunduran diri Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Andi Alfian Mallarangeng yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), banyak pihak berharap pengusutan tidak berhenti di situ.
Nama Olly yang juga personil DPR RI utusan Sulut ini disebut-sebut sebagai salah satu aktor, bersama Andi dan Anas Urbaningrum oleh Muhammad Nazaruddin.
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak KPK untuk tetap memproses pihak lain yang juga diindikasikan terlibat kasus tersebut.
“Kita harapkan setelah Andi Mallarangeng, kasus ini dkembangkan ke yang lain. Di kasus ini kan ada sejumlah orang yang dicekal yang mungkin berpotensi terlibat kasus Hambalang ini. Kalau mereka layak dijadikan tersangka ya enggak ada salahnya juga ditetapkan sebagai tersangka,” kata anggota Badan Pekerja ICW Emerson Yuntho, Jumat (7/12/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, bersamaan dengan pencegahan Andi, KPK meminta Imigrasi mencegah dua nama lainnya. Mereka adalah Andi Zulkarnain Mallarangeng atau adik Andi Alfian Mallarangeng yang biasa disapa Choel Mallarangeng, dan Direktur PT Adhi Karya Muhammad Arief Taufiqurrahman.
Emerson berharap, KPK kembali membuat kejutan dalam kasus Hambalang ini. Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah harus memberi dukungan bagi KPK untuk menuntaskan kasus-kasus yang ditangani lembaga antikorupsi itu.
Seperti diketahui, pengusutan kasus Hambalang ini berawal dari temuan KPK saat menggeledah kantor Grup Permai, induk perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin beberapa waktu lalu. Dari kesaksian Nazaruddin dan sejumlah bukti pendukung lainnya, KPK menetapkan tersangka pertama Hambalang, yakni Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar.
Sama seperti Andi, Deddy diduga bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang sehingga menguntungkan diri sendiri atau pihak lain namun justru merugikan keuangan negara. Terkait penyidikan Deddy, KPK memeriksa Nazaruddin.
Seusai diperiksa, mantan anggota DPR itu menyebut aktor-aktor yang berperan dalam kasus Hambalang. Mereka yang disebut Nazaruddin di antaranya, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, anggota DPR Mirwan Amir, Mahyuddin, Angelina Sondakh, Olly Dondokambey, mantan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, dan mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional, Joyo Winoto. Nazaruddin juga menyebut nama Choel Mallarangeng dalam kasus ini. Menurut Nazaruddin, orang-orang itu menerima uang dari rekanan proyek Hambalang, PT Adhi Karya.
“Uang Rp 100 miliar itu kesepakatan Anas sama PT Adhi Karya. Rp 50 miliar buat Anas, Rp 10 miliar buat Mirwan dan Olly. Rp 10 miliar buat Mahyudin, Rp 5 miliar buat Mukhayat, dan Rp 5 miliar buat Wafid, Rp 20 miliar untuk Menpora,” kata Nazar beberapa waktu lalu. Pernyataan Nazaruddin ini pun mereka bantah dalam sejumlah kesempatan.(kcm/aha)
http://beritamanado.com/politik-pemerintahan/nazaruddin-juga-sebut-olly-selain-andi-dan-anas/145492/
suruh juga si Olie si Dalang Arisan Bupati untuk menjelaskan berita diatas…
hahahaha….
Toni terpaka import jurkam Batak…
tak tahu sama sekali keadaan di Sitaro…
ngomongnya juga gak ada sangkut pautnya dengan pilkada Sitaro…
mau mendongkrak popularitas si Toni pakai kiprahnya di DPR…
gak nyambuuuung…