Berita Utama

Maramis: Kembalikan Tupoksi Wakil Bupati

Maramis: Kembalikan Tupoksi Wakil Bupati

Brurtje Maramis SH, MH

JAKARTA—Tahun kedua pemerintahan Bupati Tetty Paruntu dan Wakil Bupati Drs Sonny Frans Tandayu belum ada perubahan. Padahal, warga Minsel dan perantauan sangat berharap kalau bupati dan wakil bupati berjalan harmonis lagi. Maksudnya, kepemimpinan keduanya bisa menjadi teladan bagi PNS dan bawahan serta masyarakat Minsel pada umumnya.

Ketua Umum Rukun Minaesa Tompasobaru-Maesaan di Jakarta Brurtje Maramis, SH MH ketika menghubungi beritamanado, Rabu (4/1) dari Jakarta mengatakan, bahwa kepemimpinan bupati Tetty Paruntu dan wakil bupati Sonny Frans Tandayu belum ada perubahan mendasar.

‘’Olehnya, kami meminta supaya bupati Tetty Paruntu mengembalikan tugas dan wewenang wakil bupati sebagai pengawas,’’ ujar Maramis.

Lanjut Maramis, ingat bupati dan wakil bupati adalah satu kesatuan. PANTAS (Paruntu-Tandayu) dipilih satu paket. Maka dari itu, saya ingatkan bupati supaya mengembalikan tupoksinya. Supaya, baik wakil bupati bisa berjalan bersama.

‘’Sekali lagi, kalau bupati berhalangan dalam satu kunjungan, maka harus beri kesempatan kepada wakil bupati. Kalaupun tupoksi wakil bupati dikembalikan, dipastikan semua akan berjalan dengan baik. Bahkan, tak akan terlihat selalu terlambat,’’ kata pengacara kondang di Jakarta ini.

Maramis juga menilai, menjadi kerancuan atau menyalahi aturan dalam kepemimpinan Tetty Paruntu, yaitu ada wakil bupati tetapi diwakilkan kepala dinas.

‘’Contoh, kegiatan Rukun Minaesa Tompasobaru-Maesaan di Jakarta dan perantauan di Kecamatan Tompasobaru akhir Desember 2011 dan awal Januari 2012. Wakil Bupati Sonny Frans Tandayu hadir, tetapi yang menyampaikan sambutan adalah Kepala Dinas Kehutanan Minsel Recky Rumintjap SE,’’ ungkapnya.

Ditambahkannya, seharusnya Bagian Hukum Setdakab Minsel memberikan masukan yang benar kepada bupati Tetty Paruntu, supaya tidak terkesan bupati menabrak aturan hukum.

‘’Torang harapkan, supaya pemerintahan Tetty Paruntu dan Sonny Tandayu baku-baku bae, baku tegor supaya masyarakat senang. Dan program pemerintahan berjalan lancar. Hanya itu yang kami harapkan, yaitu damai di bumi damai di hati,’’ usulnya. (ape)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara