Bolmong Raya

Mamak! Selamat Hari Pahlawan

Aku kasihan sekali melihat mamak ketika berjalan kaki puluhan kilometer dengan memakai sandal jepit dan menenteng tas andalannya yang talinya hampir putus, hanya untuk mengirimiku jajan.

Padahal kalau ia mau, bisa naik ojek dengan jarak yang sebegitu jauh, tapi sekali lagi, bagi beliau uang yang ia gunakan untuk menyewa kendaraan, bisa aku gunakan untuk makan di perantauan.

Ia menjadi sangat pelit meski bagi diri sendiri.

Kupikir hidup di gubuk reot atau kandang kambing tak lagi jadi masalah, bahkan jika harus makan singkong gosong tengah malam, sepertinya itu adalah sesuatu yang menyenangkan.

Lagipula, hidup ini hanya senda gurau, tak perlu diseriusi.

Sekali lagi rasa syukur adalah kuncinya, menyadari bahwa aset terpenting dari hidup adalah nikmat kesehatan dan pelukan hangat dari mamak.

Tak masalah menjadi lebih daripada miskin, orang bilang itu adalah rahmat yang tidak Tuhan titipkan kepada sembarang orang.

Mamak memang bukan orang yang bergelar sarjana atau magister, seperti orang tua teman-temanku, bukan orang yang punya kedudukan tinggi pada tataran sosial.

Beliau hanya seorang perempuan hebat yang menghidupi anaknya dengan berbagai cara.

Terima kasih sudah jadi kuat dan tahan banting.

Orang sepertimu hanya ada satu di muka bumi ini, jika ada dua pasti kubunuh yang satunya.

Kini, engkau dan para ibu-ibu di luar sana pantas dikaruniai gelar pahlawan nasional, karena setiap orang-orang hebat, tentunya lahir dari perempuan yang hebat pula.

Kini, aku tak perlu menjadi hebat kecuali untuk perempuan yang semakin hari semakin keriput dan rabun karena menghidupiku yang durhaka ini.

Mamak, selamat Hari Pahlawan, kupikir, tak perlu mencari pahlawan di buku-buku sejarah, atau di monument-monumen nasional, pahlawan sebenarnya ada di rumah, ia sedang memasak untukmu.

Oleh: Alin Pangalima

Diterbitkan wartawan BeritaManado.com (Nofriandi Van Gobel)

Perlu diketahui, Alin Pangalima adalah salah satu mahasiswa di IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Ia lahir di Desa Ollot Induk, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, pada 30 November 2000 dari pasangan Ishak Pangalima (Alm) dan Halima Pangalima.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara