Agama dan Pendidikan

Makna Jumat Agung Bagi Jean Sumilat di Tengah Bencana COVID-19

Makna Jumat Agung Bagi Jean Sumilat di Tengah Bencana COVID-19
Jean Sumilat anggota DPRD Manado.

Manado, BeritaManado.com – Ada yang berbeda dari perayaan Jumat Agung kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana ibadah memperingati kematian Yesus Kristus saat ini tidak bisa dilaksanakan di gereja.

“Ini umur sudah setengah abad baru tahun ini kita mengalami perjamuan kudus di rumah, beribadah di rumah, kita menjadi saluran berkat dan hamba Tuhan dalam keluarga kita masing-masing,” kata Jean Sumilat kepada BeritaManado.com, Jumat (10/4/2020).

Jean Sumilat anggota DPRD Manado mengungkapkan, proses penyaliban serta kematian Yesus Kristus di tengah adanya Covid-19 kali ini sebagai suatu pesan bahwa harus menderita, janganlah merasa cemas, ketakutan, dan kadang tidak mudah mengakui kelemahan.

“Kadang kita berusaha tegar dan kuat, kadang kita menutup diri seolah di dalam kehidupan kita sehari-hari tak ada persoalan yang dapat membuat kita jatuh atau terlihat lemah. Seperti Yesus waktu malam dia akan ditangkap ditengah-tengah murid-muridnya yang menjadi saksi mata dia bisa melakukan mujizat serta mengajar dengan penuh kuasa,” ungkap Jean Sumilat.

Tetapi menurutnya, Tuhan Yesus juga waktu itu masih menunjukkan sisi kemanusianNya di taman Getsemani, di sana Yesus mengalami kegentaran dan kepedihan hingga berpeluh darah dalam doaNya.

Makna Jumat Agung Bagi Jean Sumilat di Tengah Bencana COVID-19
Jean Sumilat saat mengikuti ibadah Jumat Agung di kediamaan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Yesus mengakui kepada Petrus , Yohanes dan Yakobus yang menyaksikan betapa Dia bergumul menghadapi cawan penderitaan yang akan ditanggungNya.

“Maka dari itu kita belajar membagikan pergumulan kita kepada orang lain, dan tidak menanggungnya sendirian karena kita butuh topangan kita semua sehingga apa yang kita alami bisa cepat berakhir, baku-baku dengar, baku-baku topang, baku-baku berdoa, baku-baku tolong,” kata Jean Sumilat.

Sumilat memaknai Jumat Agung serta perjamuan tahun ini dengan menerima makan roti dan minum anggur yang biasa dilayani oleh Pendeta atau Pelsus tetapi kali ini di rumah masing-masing dalam keadaan sederhana menurutnya hal ini juga akan membuahkan hasil.

“Seperti dengan sekarang ini kita banyak mengalami kesulitan dan penderitaan tetapi kita juga akan mengalami kasih dan kita bersuka cita,” ujarnya.

Untuk itu Sumilat berharap jangan pernah mengorbankan keselamatan yang sudah diberikan pada manusia melalui pengorbanan Kristus.

“Yesus memikul salib untuk menghancurkan semua salib yang berada dalam setiap generasi,” ucapnya.

Terakhir dikatakannya, pada hari ini sebagai manusia, harus membuka mata untuk melihat salib kesengsaraan yang timbul karena Covid-19.

“Kehilangan pekerjaan, perekonomian, kekerasan dalam institusional, rasisme pribadi, kebutuhan masyarakat dan masih banyak salib-salib lainnya yang akan kita hadapi pada sekarang ini,” tutur Jean Sumilat yang telah mengikuti ibadah Jumat Agung kali ini bersama keluarga Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

(BennyManoppo)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara