
Kotamobagu, BeritaManado.com — Wali Kota Kotamobagu Ir.Tatong Bara mengundang Profesor Alexander Melbourne, Phd dari Liverpool Inggris dan Profesor Alex Kawilarang didampingi Staff khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang ekonomi, Firasat Mokodompit, untuk makan malam bersama.
Dalam pertemuan makan malam itu turut membahas budidaya ikan Sidat Kaca dan jenis ikan lainnya serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kotamobagu.
Sambil menikmati makan malam, Tatong Bara menunjukan ketertarikannya akan prospek ikan sidat kaca yang menjadi primadona dunia terutama tiingginya permintaan manca negara terutama Cina, Jepang dan Singapore.
Kepada BeritaManado.com, Tatong Bara mengatakan, mengingat tingginya permintaan dunia dengan memiliki prospek menjanjikan, sehingga Pemerintah Kotamobagu (Pemkot) akan mendukung para pelaku perikanan untuk mau membudiyakan ikan jenis tersebut.
“Ini pertemuan kedua bersama pak prof dan stafsus gubernur sudah mendatangi para pelaku usaha perikanan yang ada di Kotamobagu dan sudah dipersentasikan oleh profesor dan nantinya akan didorong untuk mengembangkan dan membudidaya ikan sidat, ikan kurapu, ikan air tawar dan lobster,,” ucap Wali Kota Tatong Bara.
Wali Kota juga menambahkan prospek ika sidat kaca sangat menjanjikan sehingga pemerintah akan mendorong usaha ini dengan menganggarkan lewat APBD.
“Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menunjang usaha ini, kami siap mengalokasikan lewat APBD agar pelaku usaha baik perikanan maupun UMKM dapat mengembangkan usaha mereka,” jelasnya.
Dikesempatan yang sama, Profesor Alexander Melbourn diwakili Profesor Alex Kawilarang mengatakan jika ikan sidat yang ada di Bolmong adalah masuk di 5 jenis terbaik yang selain di negara lain, dan hanya ada di di Sulawesi Utara (Sulut) dan hanya di BMR.
“Setelah melalui proses Kajian biologi, sidat kaca di Di BMR, dimana didunia ada 22 jenis termasuk didalamnya 8 jenis di indonesia. 5 jenisnya ada di Sulut yaitu di BMR. Maka ini merupakan peluang bisnis menjanjikan bagi masyarakat BMR karena belum tentu setahun kita bisa memenuhi permintaan dunia yang mencapai permintaan 600.000 ton/tahunnya,” ungkal Alex Kawilarang.
Begitupun Stafsus Gubernur Sulut Firasat Mokodompit menyampaikan, pertemua ini selain membicarakan prospek ikan sidat yang cukup menjanjikan juga membahas beberapa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di BMR.
“Tujuan saya mengkoordinir semua pelaku ekonomi yqng ada di BMR, utk berperan aktiv dalam perkenomian Sulut terutama pbudidaya sidat lobster dan lain-lain untuk kedaulatan ketahanan pangan desa,” ucapnya
Usai makan malam bersama, Wali Kota Tatong Bara, memperkenalkan Kopi varian rasa melalui proses permentasi selama 30 hari dan sudah siap diperkenalkan hingga ke manca negara.
(DeeMamo)
