
Penulis: Alfrits Semen
Laga antara Norwegia dan Perancis pada matchday terakhir Grup I Piala Dunia 2026, Sabtu dini hari (27/6/2026), diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling bergengsi di fase grup.
Kedua tim sama-sama telah mengamankan tiket ke babak 32 besar, tetapi status juara grup masih menjadi taruhan sehingga duel ini dipastikan tetap berlangsung sengit.
Perancis saat ini berada di puncak klasemen berkat selisih gol yang lebih baik setelah dua kemenangan meyakinkan, masing-masing 3-1 atas Senegal dan 3-0 atas Irak. Sementara Norwegia juga tampil impresif lewat kemenangan 4-1 atas Irak dan 3-2 atas Senegal.
Pertandingan ini bukan sekadar menentukan posisi klasemen.
Publik sepak bola dunia juga menantikan duel dua mesin gol terbaik saat ini, yakni Erling Haaland melawan Kylian Mbappe.
Haaland tampil tajam dengan empat gol dalam dua pertandingan, sementara Mbappe juga mengoleksi empat gol dan menjadi motor serangan Les Bleus.
Duel keduanya bahkan disebut sebagai salah satu pertarungan individual paling menarik sepanjang fase grup Piala Dunia 2026.
Bagi Norwegia, kemenangan akan menjadi bukti bahwa mereka layak disebut sebagai kekuatan baru Eropa setelah kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.
Sebaliknya, Perancis ingin mempertahankan status favorit juara sekaligus menjaga momentum menuju fase gugur.
Kekuatan terbesar Norwegia terletak pada transisi cepat dan efektivitas penyelesaian akhir.
Martin Ødegaard menjadi otak permainan dengan distribusi bola yang sangat baik, sementara Haaland hampir selalu memanfaatkan peluang di kotak penalti.
Lini belakang memang masih menyisakan celah, terbukti mereka sudah kebobolan tiga gol dalam dua pertandingan.
Les Bleus datang dengan skuad yang lebih lengkap di hampir semua lini.
Mbappe tetap menjadi ancaman utama, didukung pemain kreatif seperti Michael Olise dan Ousmane Dembele yang mampu menciptakan peluang dari sisi sayap.
Selain produktif mencetak enam gol, pertahanan Perancis juga baru kebobolan satu kali selama fase grup.
Norwegia kemungkinan tetap mengandalkan permainan langsung menuju Haaland dan memanfaatkan bola mati.
Namun Perancis memiliki kedalaman skuad yang lebih baik serta variasi serangan yang lebih beragam.
Meski demikian, pelatih Norwegia Ståle Solbakken mengisyaratkan kemungkinan melakukan rotasi demi menjaga kebugaran pemain jelang fase gugur, sementara Didier Deschamps juga absen mendampingi tim karena menghadiri pemakaman ibunya.
Kondisi tersebut bisa memengaruhi jalannya pertandingan.
Rekam Performa
Norwegia: Menang 4-1 vs Irak, Menang 3-2 vs Senegal.
Perancis: Menang 3-1 vs Senegal, Menang 3-0 vs Irak.
Perancis unggul dalam produktivitas dan pertahanan, sedangkan Norwegia lebih eksplosif dalam serangan balik.
Secara kualitas individu dan kedalaman skuad, Perancis masih sedikit berada di atas Norwegia.
Namun keberadaan Haaland membuat wakil Skandinavia selalu memiliki peluang mencetak gol kapan pun.
Pertandingan diperkirakan berlangsung terbuka dengan kedua tim sama-sama menciptakan banyak peluang.
Jika Mbappe dan lini kreatif Perancis mampu mengontrol tempo permainan, Les Bleus berpeluang mengamankan status juara grup.
Prediksi BeritaManado: Norwegia 1-2 Perancis.
