
JAKARTA, BeritaManado.com — Perwakilan Majelis-Majelis Agama Nasional menyampaikan himbauan bersama terkait dinamika kebangsaan yang akhir-akhir ini mendapat perhatian luas masyarakat.
Seruan yang ditandatangani enam pimpinan majelis agama besar di Indonesia ini menegaskan pentingnya persatuan, kedamaian, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 31 Agustus 2025 yang diterima BeritaManado.com, para pemimpin agama mengajak seluruh anak bangsa untuk kembali menumbuhkan semangat cinta tanah air, mengingat kemerdekaan merupakan hasil pengorbanan bersama.
Mereka menekankan bahwa Pancasila dan UUD 1945 tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Selain itu, doa bersama dipanjatkan bagi mereka yang menjadi korban dalam peristiwa demonstrasi beberapa waktu terakhir.
Para pemimpin agama mendoakan arwah yang berpulang diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran.
Bagi para korban luka, diharapkan semangat dan optimisme tetap menyertai proses pemulihan.
Para tokoh lintas agama juga menyerukan agar masyarakat dapat menahan diri dalam menyikapi berbagai kebijakan pemerintah maupun DPR yang dianggap tidak adil.
Jalan dialog, musyawarah, dan mufakat diyakini masih menjadi cara terbaik dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
Khusus kepada anggota DPR, himbauan diberikan agar lebih sungguh menghayati jati diri sebagai wakil rakyat, berjuang untuk kesejahteraan rakyat, serta memberi teladan hidup sederhana.
Begitu pula kepada pemerintah pusat dan daerah, ditegaskan kembali pentingnya hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar penguasa.
Aparat keamanan pun diingatkan agar selalu bersama rakyat, melindungi, serta menciptakan ketertiban demi keutuhan NKRI.
Di bagian akhir seruan, masyarakat luas diajak untuk bahu-membahu, menjauhkan sikap saling menyalahkan, serta menolak segala bentuk tindakan anarkis yang hanya akan merugikan semua pihak.
“Marilah kita hentikan semua tindakan yang dapat merusak kita semua dan kembali ke dalam diri masing-masing sebagai umat beragama untuk tetap saling mengasihi dan memaafkan satu sama lain,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.
Pernyataan ini ditandatangani oleh:
Dr. KH. Marsudi Syuhud, MM – Wakil Ketua Umum MUI
Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, M.A. – Ketua Umum PGI
Mgr. Dr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. – Ketua KWI
