
Jakarta, BeritaManado.com — Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin, resmi menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Langkah ini diambil berbarengan dengan keputusan beliau untuk menanggalkan jabatan struktural di Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mengonfirmasi bahwa permohonan mundur tersebut sebenarnya sudah disampaikan Kiai Ma’ruf sejak beberapa waktu lalu.
Alasan utamanya, Kiai Ma’ruf ingin melakukan uzlah atau menarik diri dari hiruk-pikuk kesibukan duniawi dan aktivitas struktural.
“Sudah lama, benar beliau menyampaikan kepada Ketua Umum PKB akan uzlah. Tidak lagi berkegiatan struktural, baik di PKB maupun MUI,” ujar Cak Imin, Selasa (23/12/2024), dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com.
Meski resmi “pensiun” dari struktur organisasi, Cak Imin memastikan bahwa ikatan batin Kiai Ma’ruf dengan partai yang turut didirikannya itu tidak akan terputus.
Ma’ruf tetap berkomitmen memberikan dukungan dan bantuan bagi kemajuan PKB di masa mendatang.
“Beliau akan tetap membantu PKB,” imbuh Cak Imin singkat.
Mengenai siapa sosok yang akan mengisi kursi strategis Ketua Dewan Syuro, Cak Imin belum bersedia membocorkan nama. Ia menegaskan bahwa mekanisme penentuan pengganti akan diserahkan sepenuhnya kepada dewan sesepuh dan para kiai internal partai.
“Nanti diserahkan ke para kiai saja,” pungkasnya.
Keputusan mundur ini menandai babak baru bagi Kiai Ma’ruf.
Sebelumnya, dalam Muktamar PKB ke-VI di Bali pada Agustus 2024 lalu, ia sempat mengungkapkan niat aslinya untuk kembali ke pesantren dan mengurus santri setelah masa jabatan Wapres usai.
Kala itu, Ma’ruf mengaku sulit menolak permintaan para kiai untuk memimpin Dewan Syuro, meski hatinya sudah ingin menikmati masa tua dengan tenang.
“Saya ini berniat setelah tugas Wakil Presiden selesai Oktober nanti ingin kembali ke pesantren, mengurusi santri-santri. Saya ingin menikmati hari tua saya. Tetapi para kiai meminta supaya saya bersedia menjadi Ketua Dewan Syuro. Kalau kiai sudah meminta, itu sulit ditolak,” kata Ma’ruf.
Kini, melalui langkah uzlah ini, Kiai Ma’ruf tampaknya benar-benar ingin mewujudkan keinginan yang sempat tertunda tersebut.
(jenlywenur)
