
Manado, BeritaManado.com – Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara yang digelar di Swiss-Belhotel Manado, akhir pekan kemarin menghadirkan suasana berbeda dan sarat makna.
Sejak awal acara, Muswil ini telah memancarkan pesan kuat tentang toleransi dan persaudaraan yang menjadi ciri khas Bumi Nyiur Melambai.
Pembukaan Muswil diawali dengan doa Kristen yang dipimpin oleh Pdt. Renata Ticonuwu.
Momen ini menjadi potret langka dalam kegiatan partai politik, sekaligus simbol nyata bahwa nilai toleransi bukan sekadar jargon, melainkan hidup dan dipraktikkan.
Suasana hening dan khidmat menyelimuti ruangan, mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman yang ada.
Ketua DPW PKB Sulut, Yusra Alhabsyi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerukunan di Sulawesi Utara bukanlah slogan kosong.
Menurutnya, harmoni antar umat beragama telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia pun menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada umat Nasrani, yang langsung disambut tepuk tangan hangat seluruh peserta Muswil.
Digelarnya Muswil di masa Adven dinilai sebagai momentum refleksi nilai-nilai kebangsaan.
Pesan Natal tentang kasih, perdamaian, dan persaudaraan terasa sejalan dengan semangat PKB Sulut yang menegaskan komitmen menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun daerah, bukan sebagai sumber perpecahan.
Kehadiran Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama jajaran DPP PKB serta pimpinan partai Koalisi Merah Putih, semakin mempertegas pesan harmoni lintas partai dan lintas iman.
Gubernur Yulius memberikan apresiasi tinggi kepada PKB Sulut, yang menurutnya telah mencerminkan karakter masyarakat Sulawesi Utara menjunjung tinggi persatuan, saling menghormati, dan hidup rukun dalam keberagaman.
Suasana inklusif dan penuh kekeluargaan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para kader. Sejumlah peserta, termasuk kader dari Minahasa, mengaku terharu dan merasa dihargai.
Selain membahas agenda strategis organisasi, Muswil juga diwarnai interaksi akrab lintas daerah dan sesi kebersamaan yang mempererat persaudaraan antar kader.
Lebih dari sekadar forum organisasi, Muswil PKB Sulut tampil sebagai pernyataan sikap politik yang jelas toleransi dan kerukunan hidup bukan hanya nilai sosial, melainkan telah menjadi napas politik di Sulawesi Utara.
(***/Jhonli Kaletuang)
