Berita Utama

Mahasiswa Tutup Akses Jalan, Royke Anter Bersama Anggota DPRD dan Sekretariat Temui Mahasiswa

Mahasiswa Tutup Akses Jalan, Royke Anter Bersama Anggota DPRD dan Sekretariat Temui Mahasiswa
Pimpinan dan anggota DPRD keluar dari ruangan menemui mahasiswa di jalan.

Manado, BeritaManado.com — Mahasiswa akhirnya mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk menggelar aksi unjuk rasa yang terus dikawal oleh aparat kepolisian.

Aksi demo mahasiswa tersebut terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Badan Pengurus Kota Oi (BPK Oi).

Mahasiswa Tutup Akses Jalan, Royke Anter Bersama Anggota DPRD dan Sekretariat Temui Mahasiswa
Sekretaris DPRD Weliam Niklas Silangen menemui mahasiswa untuk melakukan negosiasi agar mengutus perwakilan mahasiswa masuk bertemu pimpinan dan anggota DDPRD Sulut.

Demo mahasiswa kemudian diterima oleh Wakil ketua DPRD Sulut Royke R Anter, anggota DPRD Sulut Louis Carl Schram, anggota DPRD Hillary Tuwo, anggota DPRD Amir Liputo, Royke Roring serta Sekretaris DPRD Provinsi Sulut Weliam Niklas Silangen yang didampingi Kapolres Kota Manado Irham Halid.

DPRD Sulut pun melakukan negosiasi dan meminta perwakilan dari mahasiswa untuk masuk ke dalam kantor DPRD Sulut namun mahasiswa tetap memaksa agar seluruh peserta aksi harus masuk ke kantor DPRD Sulut.

Wakil ketua DPRD Sulut Royke R Anter kepada awak media mengungkapkan bahwa, permintaan perwakilan untuk duduk bersama itu agar dapat dilakukan diskusi secara terarah.

“DPRD tentu memberikan ruang yang sebesar-besarnya adik-adik mahasiswa adalah anak kami. Di mana orang tua tidak mendengarkan apa yang menjadi keinginan anak-anak.Tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman yang ada di daerah lain kami sangat berhati-hati mengundang adik-adik mahasiswa ke dalam,” ungkap Royke Kamis, (4/9/2025) di depan gedung DPRD Sulut.

Lanjut Royke, meski mahasiswa telah menjamin bahwa tidak akan terjadi kericuhan namun tidak menutup kemungkinan adanya penyusup-penyusup yang sengaja menginginkan kericuhan.

“Seperti pengalaman aksi demo di kantor DPRD sebelum-sebelumnya yang juga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga kita sangat berhati-hati,” terang Royke.

Tak hanya itu saja, Royke meminta demonstran agar dapat menyurat ke DPRD jika akan melaksanakan aksi demo.

“Sebab bukan hanya saat demo kami ingin berdialog dengan adik-adik mahasiswa. Kantor DPRD ini terbuka, dan tolong menyurat ke kami agar kami dapat mengetahui apa yang adik-adik mahasiswa inginkan, dan kami akan teruskan ke Pemerintah baik di tingkat daerah sampai ke tingkat nasional,” jelas Royke.

Mahasiswa pun akhirnya duduk di jalan sehingga mengakibatkan terputusnya akses jalan di depan kantor DPRD Sulut yang memaksa Pimpinan dan anggota DPRD dan Sekretaris DPRD keluar dan berbaur dengan mahasiswa.

Mahasiswa Tutup Akses Jalan, Royke Anter Bersama Anggota DPRD dan Sekretariat Temui Mahasiswa
Pimpinan dan anggota DPRD serta Sekretaris DPRD dikawal ketat aparat kepolisian berbaur bersama mahasiswa.

Pimpinan dan anggota DPRD yang turut duduk di aspal bersama mahasiswa dan melakukan dialog mendengarkan dan menerima tuntutan mahasiswa.

“Terima kasih atas masukan dari adik-adik mahasiswa dan kami akan menindak lanjutinya,” ucap Royke.

Sampai berita ini dipublikasikan, dialog pun terus berlanjut termasuk membahas sejumlah tuntutan mahasiswa terkait peraturan daerah yang hanya tidur di lemari alias mati suri.

(Erdysep Dirangga)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara