MANADO – Salah satu kegagalan walikota dan wakil walikota Manado saat ini adalah mencampur adukan urusan partai dengan pemerintahan.
Artinya haus akan kekuasaan dan jabatan membuat pemerintah yang harusnya mengurusi kepentingan rakyat kehilangan fokus utama.
Demikian diungkapkan Lucky Senduk Ketua Bapilu DPD PDI Perjuangan Sulut dalam kampanye di Winangun Dua, Sabtu (17/10/2015).
“Jangan campurkan urusan partai dengan pemerintahan! Tapi saya bersyukur HJP dan Tonny Rawung sudah menyatakan komitmennya jika terpilih tidak akan terlibat korupsi dan sudah ada pembagian tugas. Jadi nda akan ada itu ‘bingo-bingo’ jadi ketua partai kong rakyat ditingkatkan. Kita sudah sepakat dan saya yakin memang Manado akan hebat di bawah kepemimpinan mereka (HJP – Tonny Rawung),” ungkapnya dalam kampanye putaran kedua wilayah Manado Selatan di Kediaman Mantan Gubernur Sulut SHS, Kelurahan Winangun Dua, akhir pekan lalu.
Keyakinan Senduk itu juga berlandaskan sinergitas yang akan terjadi ketika Presiden, Gubernur dan Walikota dari partai yang sama.
“Hal itu akan memudahkan proses lobi-lobi dalam politik anggaran secara positif dan alami tentunya,” katanya.
Sinergi pemerintahan pusat ke daerah sangat penting supaya ngadatnya pembangunan jembatan Soekarno di Manado tidak terulang.
“Jembatan Soekarno langsung mulai pembangunannya pada waktu masa pemerintahan Presiden Megawati, Gubernur SHS-Sualang, Walikota Wempie Fredrik-Teddy Kumaat dari PDIP. Dan Jembatan ini selesai nanti dimasa pemerintahan Presiden Jokowi dari PDIP juga. Bisa dimengerti kan betapa pentingnya sinergitas saat ini?” ungkap alumnus Fakultas Kedokteran Unsrat ini.(ads)

