Berita Utama

Lompatan Digital Sulawesi Utara: dari Peringkat 17 ke 12, Siap Wujudkan Smart Province

Lompatan Digital Sulawesi Utara: dari Peringkat 17 ke 12, Siap Wujudkan Smart Province
Lompatan Digital Sulawesi Utara: dari Peringkat 17 ke 12, Siap Wujudkan Smart Province.

Manado, BeritaManado.com — Transformasi digital di Sulawesi Utara kini memasuki babak baru yang menjanjikan.

Berdasarkan laporan East Ventures – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2025, Provinsi Sulawesi Utara berhasil mencatat lompatan signifikan dalam daya saing digital nasional, dari posisi 17 naik ke posisi 12, sebuah pencapaian luar biasa yang mencerminkan arah pembangunan yang semakin tepat dan progresif.

Laporan EV-DCI 2025 sendiri mengungkap bahwa secara nasional, skor daya saing digital Indonesia mengalami peningkatan dari 38,1 menjadi 38,8, mencerminkan tren positif dari berbagai daerah dalam mengembangkan infrastruktur dan ekosistem digital.

Sulawesi Utara menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan paling menonjol.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Utara, Evans Steven Liow, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari komitmen kuat Pemerintah Provinsi dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif dan merata.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi sinyal kuat bahwa Sulut sedang bergerak maju menuju cita-cita besar sebagai Smart Province,” ujarnya.

Menurut Steven, lompatan peringkat ini menjadi landasan penting untuk percepatan pembangunan digital yang lebih terarah.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, digitalisasi diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik yang mudah, cepat, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Masyarakat kini mulai merasakan manfaat langsung dari transformasi ini dalam berbagai aspek kehidupan, dari pendidikan hingga layanan kesehatan.

Sebagai bagian dari strategi besar digitalisasi daerah, Gubernur Yulius Selvanus juga telah menugaskan jajaran Dinas Kominfo untuk berkoordinasi langsung dengan Kementerian Kominfo RI dalam upaya revitalisasi jaringan Palapa Ring, khususnya infrastruktur fiber optik yang melintasi wilayah kepulauan seperti Talaud, Sangihe, dan Sitaro.

“Tujuannya untuk mempercepat interkoneksi layanan digital dan menjangkau pelayanan pemerintahan hingga ke daerah terluar,” tambah Steven.

Selain itu, pembangunan menara telekomunikasi di titik-titik rawan sinyal juga sedang dipercepat agar seluruh wilayah Sulut dapat menikmati akses internet yang stabil dalam tiga tahun ke depan.

Bandwith khusus untuk sektor pendidikan dan kesehatan juga disiapkan, agar SMK, rumah sakit, hingga laboratorium bisa terkoneksi dengan layanan internet yang memadai.

Dalam rangka memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), Dinas Kominfo Sulut menggandeng BPSDM Kominfo Wilayah Sulut untuk menyelenggarakan pelatihan digital bagi aparatur pemerintahan, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.

“Kami ingin membentuk SDM yang adaptif, kreatif, dan inovatif di era digital,” ujar Steven.

Saat ini, ekosistem inovasi digital Sulawesi Utara juga terus dikembangkan sebagai fondasi jangka panjang menuju Provinsi Cerdas.

Pemerintah tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga memastikan kesiapan masyarakat dalam menghadapi era transformasi digital yang terus berkembang.

Sebagai catatan, berikut 10 provinsi dengan skor tertinggi dalam EV-DCI 2025 yang mencerminkan posisi terdepan dalam kesiapan dan daya saing digital nasional:
1. DKI Jakarta – 78,4
2. Jawa Barat – 61,9
3. Banten – 55,5
4. Jawa Timur – 53,7
5. DI Yogyakarta – 52,1
6. Bali – 50
7. Kepulauan Riau – 49
8. Kalimantan Timur – 47,9
9. Jawa Tengah – 46,8
10. Sumatra Utara – 46,6

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara