Mulai dari warga Pulau Miangas di paling utara hingga warga Pinagoluman yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo.
Ketiga, para kontestan (Paslon nomor urut 1, 2, dan 3) saling mengenal baik.
Bahkan, tiga orang calon diantaranya sebagai bupati mantan “anak buah” Gubernur/Wagub Petahana yang selama ini track recordnya sangat baik, dalam konteks hubungan kedinasan pemerintahan kabupaten dengan provinsi.
Keempat, penyelenggara Pilkada, baik KPUD maupun Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, sebagian merupakan orang lama yang teruji.
Mereka semuanya sangat solid, netral, dan profesional sehingga menambah keyakinan akan kelancaran pesta demokrasi ini.
Kelima, kesigapan jajaran Forkopimda dan Desk Pilkada Pemprov Sulawesi Utara yang berada di garis belakang mendukung KPUD dan Bawaslu, bila pola Pilkada 2015 lalu diterapkan dimana koordinasi demikian cantik dibangun, merupakan faktor pendukung yang berkontribusi pada suksesnya Pilkada Sulawesi Utara 2020.
Ketiga pasangan calon memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
Dominasi tokoh Minahasa yang masing-masing ada di ketiga Paslon Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Utara ini, layak bila Tim Sukses Petahana untuk ambil kalkulator dan berhitung dengan cermat.
“Pertempuran” akan sangat ketat di Minahasa Selatan, Minahasa Utara, dan Kota Manado.
Saya berharap agar semua tetap semangat, jaga netralitas birokrasi, ikuti Protokol Kesehatan yang sebaik-baiknya.
Torang samua senantiasa memanjatkan doa agar Pilkada lancar dan Covid 19 segera sirna.
(***/Penulis merupakan salah satu pejabat Eselon I Kementerian Dalam Negeri, dan Pjs Gubernur Sulut tahun 2015)
