
Manado – Ini adalah bagian singkat atau ringkasan materi yang disampaikan oleh Dr Ferry Liando SIP MSi dalam kegiatan seminar nasional (semnas) yang dilaksanakan oleh Fisip Universitas Sudirman Purwekerto di Aula Fisip Sudirman kemarin 26/9 dengan judul “Lokal Wisdom Approach Terhadap Kinerja Birokrasi Daerah” dan dalam kesempatan tersebut Liando memaparkan makalahnya dengan judul “Pendekatan Kearifan Si Tou Timou Tumou Tou dalam Meningkatkan Kinerja Birokrat di Sulawesi Utara.
Sejauh ini kepuasan public terhadap kinerja birokrasi masih sangat buruk. Sikap birokrasi yang kerap tidak mau melayani, lebih mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan public, tidak peduli, malas dan lambat menyelesaikan pekerjaan serta indikasi korupsi merupakan gambaran kinerja birokrasi selama ini.
Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kinerja birokrasi. Mulai dari penataan kelembagaan, penyediaan anggaran untuk meningkatkan gaji dan tunjangan, program bimbingan teknis dan pendidikan dan latihan serta studi banding. Sejumlah regulasi dalam rangka pengawasan, kewajiban-kewajiban, sangsi-sangsi bagi birokrat, Namun kinerja birokrasi belum juga tampak seperti yang diharapkan.

Pengembangan Kapasitas birokrasi selama ini lebih difokuskan pada struktur birokrasi itu sendiri. Padahal yang paling penting juga adalah pengembangan Kapasitas Etika Birokrasi. Pengembangan ini bukan hanya sekedar pada aspek hukum seperti korupsi, tetapi juga pada sikap dan prilaku birokrasi. Masalah birokrasi kerap terjadi pula pada perencanaan dan pembuatan kebijakan serta implementasinya yang tidak berpihak pada public. Oleh karena itu pengembangan etika sangat penting bagi birokrasi.
Landasan etika selain bersumber pada agama, juga bersumber dari kearifan local. Sulut yang menganut motto Si Tou Timou Tou sangat penting bagi karakter birokrasi. Motto ini mengandung 3 karakter yaitu Tou Ente, Tou Nga’asan dan Tou Sama’. Artinya Birokrat itu harus kuat melayani masyarakat, cerdas mencari inisiatif mengatasi masyarakat tanpa ketergantungan, dan berlaku baik, adil, peduli dan bertanggungjawab kepada masyarakat yang dilayani.(*jkf)
