
Manado, BeritaManado.com — Anggota Komisi III DPRD Manado, Lucky Datau menyebut ibukota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) darurat sampah
Hal ini kata Lucky Datau, bukti kegagalan Dinas Lingkungan Hidup memanajemen programnya.
“Awalnya, permasalahan sampah hanya di TPA Sumompou, tapi sekarag ditambah dengan pengurangan tenaga harian lepas (THL) di lapangan,” tegas Lucky, Rabu (3/2/2021).
Kebijakan ini, kata Datau, membuat persoalan sampah makin fatal.
“Kenapa dikurangi, justu menjadi warisan buruk,” bebernya.
Menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, sekarang dibutuhkan koordinasi dengan Pemprov membantu Manado.
Apalagi, dampak dari sampah sangat luas terutama menyangkut kesehatan masyarakat.
“Pembangunan TPA Regional Ilo-ilo bukan jalan keluar, itu solusi jangka panjang,” terang Lucky.
Ia menegaskan, yang mendesak dilakukan adalah mengembalikan THL di Kecamatan Tuminting 33 orang dan Wenang 40 orang.
“Berikutnya sewa alat berat lima unit dengan 300 jam operasi,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
