
MANADO – Jumat (26/8) hari ini merupakan waktu injuri time bagi anggota DPRD Sulut melakukan kunjungan langsung lapangan menyerap aspirasi masyarakat. Setelah seminggu melakukan reses, sejuta harapan bertumpuk di pundak para wakil rakyat untuk menyalurkan aspirasi warga kepada pihak eksekutif. Lagi-lagi, negara ini hanya pantai menampung aspirasi tapi kurang pada implementasi.
Lady Diana Rogi STh, anggota komisi IV DPRD Sulut, srikandi Partai Golkar ini sangat rajin menemui masyarakat Manado yang merupakan daerah pemilihannya menampung banyak aspirasi. Namun apa daya, dirinya mengaku hanya sebatas menampung untuk disalurkan kepada pihak eksekutif.
“Setiap masa reses, setumpuk permasalahan harus kami pikul melalui aspirasi yang terjaring. Kami akan sampaikan semuanya kepada pemerintah baik pemprov maupun pemkot. Namun realisasinya ada pada mereka. Kami berharap pihak eksekutif serius atas permasalahan warga,” tukas putri mantan walikota manado, Jimmy Rimba Rogi.
Untuk kota Manado, menurut legislator merakyat ini, keluhan warga berkutat pada infrastruktur jalan, sarana pendidikan, kesehatan, jalur satu arah, kemacetan, hingga moratorium PNS.
“Khusus masalah lalulintas tampaknya menjadi momok menakutkan warga kota Manado. Jumlah kendaraan tidak sesuai lagi dengan infrastruktur jalan yang ada. Jika ini dibiarkan bisa dipastikan 15 tahun mendatang Manado akan macet total,” terangnya mengingatkan.
Dengan demikian menurut Lady, pembangunan tol Manado-Bitung dan penyelesaian ringroad II dari Maumbi hingga Bengkol, serta ringroad III dari Winangun ke Malalayang yang tertuang dalam RPJMD/RPJPD Provinsi Sulut benar-benar diseriusi agar terealisasi. (jry)
