Di sisi lain, dr. Nadia tidak menampik bahwa saat ini sebagian besar asupan kalori masyarakat berasal dari pangan olahan dan makanan siap saji.
Karena itu, masyarakat disarankan lebih cermat membaca informasi gizi yang tercantum pada kemasan makanan sebelum mengonsumsinya.
“Di tengah gaya hidup modern, konsumsi pangan olahan tidak dapat dihindari. Namun, masyarakat perlu mampu mengenali informasi nilai gizi dan komposisi pada kemasan, sehingga pangan olahan yang dikonsumsi justru dapat membantu mengurangi risiko obesitas,” jelasnya.
Cara Memahami Label Gizi pada Kemasan
Sementara itu Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana selaku pihak produsen juga mengingatkan masyarakat untuk memahami cara membaca informasi gizi pada kemasan makanan.
Menurutnya, informasi seperti takaran saji, bahan alergen, hingga kandungan mikronutrien perlu diperhatikan agar konsumsi makanan tetap sesuai kebutuhan tubuh.
“Jadi kalau di informasi gizi di kemasan ada tulisannya 3 kali takaran saji, berarti kandungan seperti garam, gula, lemak, vitamin, hingga protein yang terkandung harus dikalikan 3 kali. Lalu cek lagi apakah sesuai dengan kebutuhan harian kita, atau malah sudah berlebihan,” kata Susan.
Dengan memanfaatkan Ramadan untuk mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak serta lebih teliti membaca label gizi pada pangan olahan, masyarakat diharapkan dapat membangun kebiasaan hidup lebih sehat yang bertahan bahkan setelah bulan puasa berakhir.
(Jenly Wenur)
