
Manado – Setelah tiba di tanah air dari kunjungan kerja ke Negara Bagian Colorado-USA guna menanda tangani MOU berupa nota kesepahaman kerja sama pengembangan program informasi data sistem bumi dan atmosfir bagi ketersediaan alat display informasi bola dunia yang pertama di Indonesia, utamanya Sulawesi Utara, bagi ketersediaan data pada dunia pendidikan, Iptek maupun riset, Gubernur S H Sarundajang serta Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sulut, serta segenap Kepala SKPD terkait, juga melakukan safari kunjungan kerja ke beberapa daerah kepulauan di Nusa Utara.

Kunjungan kerja tersebut sebagai wujud komitmen, serta rasa kecintaan kepada segenap warga masyarakat Kepulauan Sangihe dan Talaud, guna menjawab akan kompleksitas permasalahan dari aspek pemerintahan, sisi pembangunan ataupun lingkup kemasyarakatan dari segenap warga masyarakat Kepulauan yang mendiami Pulau Miangas di Kabupaten Talaud, juga di Pulau Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dengan menggunakan armada KRI TNI AL Oswald Siahaan, nomor lambung 354, yang merupakan satuan kapal tempur Eskorta Komando Armada Timur, rombongan bertolak dari Pelabuhan Samudera Bitung, Selasa, (08/09/2015).
Perjalanan laut dengan menempuh waktu sekitar 19 jam, akhirnya tiba di Kepulauan Miangas, yang di huni oleh 210 KK atau 764 jiwa, yang juga bagian dari gugusan 92 pulau terluar di Indonesia pada pukul: 14.00 Wita.
Sarundajang, beserta Unsur Forkompimda, diantaranya Kapolda Sulut, Brigjen Pol. Drs Wilmar Marpaung, SH, DanLantamal VIII, Laksamana Pertama TNI, Manahan Simorangkir, SE, Msc, Kepala BIN Sulut, Laksamana TNI, Suwarno, SE, Kasrem 131 Santiago, Kolonel Inf Puji Cahyono, berkesempatan meninjau pembangunan Bandar Udara Miangas.

Dengan melihat secara dekat penyelesaian tempat pendaratan/landasan pacu run way,sepanjang 1.400 meter, yang sedianya bisa didarati pesawat sejenis Twin Otter dan ATR, serta kesiapan infrastruktur pendukung lainnya, yang ditaksir telah mencapai 40% tahap penyelesaiannya.

Dikesempatan bertatap muka dengan pemerintah dan masyarakat Kepulauan Miangas, Sarundajang menyimak akan keluhan serta tantangan dari segenap warga yang mendesak, diantaranya kebutuhan ketersedian bahan bakar minyak (BBM), yang amat dibutuhkan, baik jenis Premium maupun Minyak tanah.
Dimana harga per liter menembus angka 20 ribu rupiah untuk Premium, dan 15 ribu jenis minyak tanah. Yang dikarenakan kapal angkut antar pulau type Perintis, sering kali terlambat melayani route pelayaran dari dan ke pulau tersebut.
Permasalahan lainnya adalah, sarana telekomunikasi berupa jaringan internet, tidak optimal bahkan arus signal kadang kala tidak ada sama sekali, sehingga mempersulit media komunikasi, interaksi.
Untuk itu, Sarundajang, dalam dialog bersama warga akan memperjuangkan bagi tersedianya SPBU di Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud, yang seperti diketahui, fasilitas ini hanya terdapat di Tahuna, sementara di Kabupaten Sitaro dan Talaud, belum tersedia.
Selain itu juga, lebih jauh Sarundajang, mengajak kepada segenap masyarakat dan aparat pemerintah daerah setempat agar mendukung percepatan penyelesaian Bandara, dalam memenuhi kelancaran perekonomian arus barang dan jasa, membuka keterisolirnya wilayah ini, yang merupakan serambi dan garda terdepan NKRI, dan benteng Pancasila, yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Filipina.
Sebelum berpamitan, menuju Pulau Marore, Gubernur Sarundajang, berkenan menyerahkan secara simbolis bantuan berupa 20 ton beras Dolog, Sembako dan Alat kesehatan serta obat-obatan.
Di Pulau Marore, dengan waktu tempuh berkisar 16 jam, dengan kondisi ombak yang agak bergolak, tiba di Pulau Marore, dan langsung bertatap muka dengan masyarakat setempat.
Adapun permasalahan mendasar yg dirasakan oleh warga, tak beda juga dengan kondisi di Miangas, diantaranya ketersediaan BBM amat langka dan sulit mendapatkannya, dikarenakan sarana angkut Kapal Perintis yang melayani antar pulau kadang kala tak kunjung tiba, sehingga sendi-sendi kehidupan serta arus perekonomian mengalami hambatan.
Gubernur SH Sarundajang, dalam tanggapannya, menprioritaskan akan memfasilitasi bagi penyiapan SPBU kepada pihak Pertamina, juga menekankan akan pentingnya faktor pendidikan, kesehatan, stabilitas Kamtibmas, dimana Kecamatan Marore ini dikenal sebagai Border Crossing atau Lintas Batas, dengan Negara tetangga Filipina, sehingga kesiapan Pos Penjagaan dari pihak TNI/Polri, turut mendapat perhatian dari Unsur Forkompimda Sulut.
Acara kunjungan kerja Gubernur Sulut dan rombongan di Kecamatan Marore ini, turut pula diserahkan bantuan beras secara simbolis sejumlah 20 ton, buku tulis, obat-obatan.
Pada kesempatan itu, Sarundajangmenyampaikan kata-kata perpisahan atas pengabdiannya serta masa jabatan dalam kepemimpinan selama 10 tahun di bumi Nyiur Melambai, dihadapan pemerintah dan masyarakat se Kecamatan Marore.
Usai pertemuan di Marore, rombongan melanjutkan pelayaran ke Kota Tahuna, yang ditempuh hampir 4 jam, guna menghadiri undangan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sangihe, yang di gelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe, dengan menggelar ibadah syukur masa akhir jabatan Gubernur Sulut, secara Oikumene.
