Sangihe

Korban KM Barcelona VA Kecewa Santunan Minim, Desak Sinode Germita dan Dewan Adat Turun Tangan

Korban KM Barcelona VA Kecewa Santunan Minim, Desak Sinode Germita dan Dewan Adat Turun Tangan
Kondisi kapal KM Barcelona yang terbakar di Perairan Talase Minahasa Utara, Sulut pada Minggu (20/7/2025).

TALAUD — Ratusan korban musibah kebakaran KM Barcelona VA di Kabupaten Kepulauan Talaud menolak santunan sebesar Rp500.000 yang diberikan pihak PT Surya Pasifik Indonesia (SPI).

Santunan tersebut dinilai terlalu kecil dan dianggap tidak sepadan dengan penderitaan yang dialami para korban.

Beberapa di antaranya menilai pemberian itu justru melecehkan harga diri warga Talaud.

“Torang ini manusia, harga diri kami lebih mahal dari harga tiket Talaud–Manado pulang pergi. Kami bukan gila uang, tapi kami minta perhatian serius dari pihak perusahaan,” ujar Michael, salah satu korban KM Barcelona VA, Sabtu (5/10/2025).

Menurutnya, penolakan yang dilakukan sejumlah korban menunjukkan bahwa persoalan antara pihak perusahaan dan masyarakat belum benar-benar selesai.

“Bukan berarti yang sudah menerima santunan akan diam saja. Kami akan kembali menyuarakan aspirasi ke DPRD dan Pemkab Talaud,” tambahnya.

Michael juga mendesak Sinode Germita (Gereja Masehi Injili di Talaud) dan Dewan Adat Talaud untuk ikut menyatakan kepedulian terhadap peristiwa tersebut.

“Kami minta Dewan Adat turun tangan. Coba bayangkan kalau mereka, para pemilik perusahaan, yang berada di atas kapal waktu itu. Bagaimana perasaan mereka?” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Talaud menyalurkan santunan kepada 561 korban kebakaran KM Barcelona VA sesuai data manifest penumpang.

Namun, hingga kini masih terdapat ratusan korban yang memilih menolak bantuan tersebut.

(***/rds)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara