Manado – Konflik horisontal antara sesama warga dan aparat yang memicu keamanan di Pulau tersebut langsung ditanggapi pemerintah Provinsi Sulut. Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil menyatakan agar sementara ini warga dapat menahan diri.
“Masing-masing menahan diri, menjaga kenyamanan dari pada masyarakat agar tetap kondusif, sebab kalau tidak yang rugi semuanya,” ujar Kansil.
Masyarakat juga diminta tidak perlu kuatir karena perusahan tambang (PT. Mikgro Metal Perdana ) tersebut belum beroperasi, karena masih dalam tahap eksplorasi.
Dia mengharapkan, masyarakat kembali dapat hidup rukun dan damai, dan itu harus dipertahankan terus.
Seperti diketahui, saling serang dengan batu dan parang, korban berjatuhan dengan darah mengucur di kepala, peluru gas air mata aparat menerjang kerumunan warga. Itulah sekelumit gambaran bentrok antar warga Desa Kahuku yang menolak tambang dengan Desa Ehe yang pro tambang pada 12 Juli 2014 lalu. (rizath polii)

sebelum jatuh korban lebi banyak lagi,sebaiknya keluarkan saja tambang dari pulau bangka.agar supaya,konflik antar warga dapat teratasi dan dapat hidup rukun dan damai.gbu