BITUNG—Pihak DPRD Kota Bitung berharap agar potensi-potensi yang dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung dapat ditindaklanjuti Pemkot Bitung. Seperti potensi PAD retribusi atau bea masuk Pelabuhan Kota Bitung yang selama ini hanya dikelola PT Pelindo tanpa ada sharing sepeserpun dengan Pemkot Bitung.
“Harusnya retribusi atau bea masuk pelabuhan ikut juga dikelola Pemkot Bitung, bukan hanya PT Pelindo. Karena dari hasil studi banding Pansus RPJMD Kota Bitung ke kota Batam, salah satu sumber PADnya adalah retribusi masuk pelabuhan di Kota Batam,” kata salah personil Komisi B DPRD Kota Bitung, Arifin Dunggio.
Menurut Dunggio yang juga menjadi ketua Pansus RPJMD Kota Bitung, retribusi masuk pelabuhan di kota Batam hasilnya dibagi antara PT Pelindo dan Pemkot Batam. Dengan demikian menurutnya, hal tersebut bisa juga diterapkan di Kota Bitung yang juga memiliki pelabuhan.
“Kami sudah merencanakan akan melakukan koordinasi dengan pihak PT Pelindo bersama Pemkot Bitung, untuk melihat kemungkinan pengelolaan retribusi masuk pelabuhan tidak hanya dilakukan oleh PT Pelindo saja tetapi bersama Pemkot melalui instansi teknis yakni Dinas Perhubungan,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, kebijakan tersebut sudah pernah diterapkan di Kota Bitung tahun 2001. Dimana Pemkot bersama PT Pelindo menarik bea masuk pelabuhan dan hal itu dilakukan berdasarkan memorandum of understanding (MoU) antara kedua belah pihak. “Tetapi dalam perkembangannya ini tidak lagi berjalan sebagimana mestinya. Nah Batam adalah contoh yang kami kira bisa diambil manfaatnya. Dalam rangakaian pembahasan RPJM ini akan dimasukan pula rencana PAD melalui bea masuk pelabuhan,” ujar Dunggio.(en)
