
Manado – Acara sarasehan pemuda yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Sulawesi Utara (Sulut) Garda Pemuda Nasional Demokrat (Nasdem) yang turut mengundang Ketua DPP KNPI ilegal, Akbar Zulfakara sangat disayangkan Ketua DPP I KNPI, Jackson Kumaat.
Acara sarasehan pemuda Sulut ini kabarnya 100 persen disponsori Garda Pemuda Nasdem.
“Yang mengundang kehadiran Akbar Zulfakara adalah Ketua DPP Garda Nasdem, Martin Manurung. Sekali lagi kami menyayangkan sikap mereka,” ucapnya kepada wartawan, Sabtu (27/10).
Diutarakannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sehari sebelum pembukaan Rakernas I KNPI di Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Timur sudah menyatakan KNPI itu sah di bawah kepemimpinan Ketua Umum, Taufan Rotorasiko.
“Kemudian Sekretaris Jenderal, Bintang Prabowo, dan Bendahara Umum, Fabian sarundajang. Kami bertemu Presiden SBY di istana negara,” ucapnya.
Kehadiran Akbar Zulfakara yang datang atas nama KNPI, menurut Jacko ini sangat merusak nilai-nila kepemudaan nasional apalagi di Sulut. “Kami berharap Garda Nasdem Sulut bisa melihat nilai-nilai yang terkandung dalam makna Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,” tegasnya.(cci)

bung kalo so bakudapa deng presiden biasanya ormas resmi.itu panitia nda sambarang undang organisasi yg ilegal/tdk jelas.nda mungkin le presiden mo kase sambutan atau kase petunjuk pa ormas2 ilegal
Yang menentukkan legal tidak legal bukan presiden tapi kemenkumham lewat gugatan hukum bkn dengan audensi, dan ingat pemuda harus punya kemandirian bukan harus menetek sama pemerintah.pemuda adalah gambaran kekuatan civil society bukan underbouw negara.
yang nya beres ng jacko