
Bitung – Sepuluh Kapal Motor (KM) Deho yang merupakan bantuan dari Kementrian Perikanan dan Kelautan ternyata pengadaannya tidak sesuai spek. Buktinya, dari pengecekan sejumlah wartawan, Senin (14/1) diduga keseluruhan KM Deho 1 sampai 10 menggunakan mesin tak bermerk alias abal-abal.
Ini terbukti di KM Deho 4 yang baru usai melaut dan terparkir di dermaga Perikani Aertembaga. Dimana dari amatan mesin yang terpasang tidak sesuai dengan apa yang tertera di dokumen kapal yakni mesin menggunakan merk Mitsubisi.
Yang ada hanya tulisan “Ada Oli 5 liter” bukan merk Mistsubisi atau merk mesin yang pada umumnya digunakan di perahu jenis penangkap tuna. “Semenjak diserahkan untuk digunakan memang sudah menggunakan mesin ini yang tidak jelas merknya apa,” kata Kapten KM Deho 4, Utina Jailani.
Ia sendiri mengaku bingung ketika melihat mesin kapal yang digunakannya karena tidak memiliki merk. Belum lagi mesin yang selalu bermasalah ketika akan dan sesudah melaut karena ia menduga mesin yang terpasang memang bukan untuk kapal motor di laut.
“Sudah dua bulan ini kami tidak membawa hasil tangkapan karena kapal selalu mogok dan bermasalah,” katanya.
Jailani juga mengaku, masalah mesin tanpa merk bukan hanya di kapal yang ia gunakan. Tapi KM Deho lainnya juga sama dan mesin selalu bermasalah karena mesin yang kualitasnya tidak baik.
“KM Deho 8 dan 9 saat ini ada di Belang sementara perbaikan, sedangkan sisanya ada di Kota Bitung yang juga sementara akan melakukan perbaikan,” katanya.
Lebih lanjut ia berharap pihak PT Deho bisa segera membenahi kapal yang mereka gunakan agar tidak menghabat aktivitas melaut. “Kalau begini terus kami mau makan apa, tiap melaut harus ditarik kapal lain begitupun kalau pulang,” katanya.(enk)
